Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Pernikahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pernikahan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Januari 2014

7 Tanda Pernikahan Anda Akan Langgeng

Fakta dan Mitos - Pesta pernikahan mewah, rumah besar di komplek elit, dan bulan madu keliling Eropa tak menjamin pernikahan Anda akan bahagia dan bertahan lama. Memang, setiap rumah tangga memiliki ciri khas dan aturannya masing-masing, namun sebagian besar pernikahan yang bahagia dan bertahan hingga maut memisahkan, bisa dikenali dari tujuh tanda berikut ini. Tak ada yang tahu apa yang mungkin terjadi di masa depan, namun setidaknya Anda tahu jika pernikahan Anda sudah berada di jalur yang benar.

1. Apa kata hati Anda?
Rupanya, cara paling mudah untuk mengetahui apakah pernikahan Anda bahagia, adalah dengan bertanya pada diri sendiri dan menjawab jujur. Jauh di lubuk hati, Anda pasti sudah tahu sendiri jika ada yang salah dari pernikahan Anda, atau jika Anda atau suami sebenarnya tak benar-benar bahagia. Sebaliknya, jika Anda merasa benar-benar bahagia dalam rumah tangga, pertanyaan ini akan mudah dijawab “YA” tanpa ada keraguan.

2. Anda menjadi orang yang lebih baik saat bersama pasangan
Apakah Anda menjadi orang yang lebih menyenangkan saat bersama suami? Dulu mungkin Anda dikenal di kalangan teman-teman sebagai orang yang sering bete, tak percaya diri, dan terkadang agak galak. Sejak bertemu suami, Anda mungkin terkadang masih harus berjuang melawan sifat-sifat negatif tersebut, namun “kumatnya” jadi jauh lebih jarang, dan teman-teman bilang Anda kini jadi tak segalak dulu. Ini berarti suami memberi pengaruh positif bagi Anda, dan mudah-mudahan Anda pun punya efek yang sama pada suami.

3. Kebahagiaan Anda tak hanya bergantung pada suami (begitu juga sebaliknya)
Pernikahan membuat orang lebih bahagia. Dan tentu saja wajar jika Anda merasa lebih bahagia jika bersama suami. Yang harus diwaspadai adalah jika suami adalah satu-satunya sumber kebahagiaan Anda (atau sebaliknya, Anda adalah satu-satunya sumber kebahagiaan suami). Memang kedengarannya indah dan romantis, namun ini berarti sesungguhnya Anda belum bahagia dengan diri Anda diri sebagai seorang pribadi. Dan ini akan menimbulkan masalah di kemudian hari, yang bisa berimbas pada perkawinan. Pasangan seharusnya bukan alasan Anda bahagia, namun alasan Anda menjadi lebih bahagia.

4. Anda tak menganut motto “kalau jodoh tak akan ke mana”
Jodoh memang di tangan Tuhan, tapi bukan berarti setelah dipertemukan dengan jodoh kita kemudian bisa santai-santai saja. Betul, kita sudah menemukan belahan hati dengan bantuan Tuhan. Namun berarti kini saatnya kita dan suami yang aktif dan berupaya menjaga hubungan tetap awet dan harmonis.

5. Anda tak berharap suami akan berubah
Salah satu tanda pernikahan bahagia adalah saat harapan yang dimiliki suami maupun istri adalah harapan yang realistis, termasuk harapan terhadap pasangan. Siap-siap kecewa jika Anda menikahi suami dengan harapan dia akan berubah. Inti dari pernikahan adalah Anda mencintai suami dan menerima kekurangannya. Berusaha membuat suami berubah hanya akan membuat Anda frustasi, suami merasa tak dicintai, dan rumah tangga pun akan dipenuhi percekcokan.

6. Anda dan suami masih saling bilang “I love you”
Tentu saja kalimatnya tak harus “I love you” karena ada banyak cara untuk mengungkapkan cinta lewat kata-kata. Pasangan yang ‘nyeleneh’ terkadang bilang, “Love you, nyet” dan pasangan lain mungkin cukup bilang “sayang”. Yang jelas, meski cinta bisa ditunjukkan lewat perilaku, tetap penting untuk mengucapkannya lewat kata-kata, kalau bisa malah setiap hari, hingga akhir hayat Anda. Ingat saat aktor Sophan Sophiaan meninggal dunia di usia 64 tahun? Salah satu penyesalan terbesar Widyawati, istrinya, adalah karena hari itu ia belum mengucapkan “I love you” pada sang suami.

7. Setiap Anda membayangkan masa depan, suami ada dalam benak Anda (begitu pun sebaliknya)
Sebisa mungkin, Anda dan suami harus menikmati masa kini dan tak terlalu memikirkan hal-hal yang belum terjadi. Namun merencanakan masa depan tentu sah-sah saja, dan sebagai pasangan, sudah sewajarnya suami selalu ada di setiap bayangan Anda tentang masa depan. Lebih baik lagi jika Anda menetapkan tujuan masa depan, merumuskan rencana dan impian, selalu dengan cara berdiskusi bersama suami. Ini juga penting untuk memastikan bahwa impian Anda sejalan dengan suami. Berita buruk jika saat Anda membayangkan masa depan yang bahagia, dalam benak Anda tak ada sosok sang suami sama sekali, atau jangan-jangan yang ada malah lelaki lain?

Kamis, 05 Desember 2013

5 Pantangan Setelah Anda Menjadi Istri

Fakta dan Mitos - Apakah kehidupan tetap sama ketika Anda berganti status dari pacar menjadi istri? Kebanyakan pasangan yang sudah menikah akan menjawab : "Tidak!" Ketika kita menjadi seorang istri, kita mengemban banyak peran baru, tanggung jawab dan beban emosional. Hal tersebut pasti akan menyebabkan sejumlah perubahan dalam kepribadian kita.

Berikut adalah beberapa perubahan yang dihadapi kebanyakan wanita setelah menjadi istri. Tapi tenang, kita tidak akan hanya berbicara tentang masalah yang muncul, namun juga cara untuk mengatasinya sehingga pernikahan Anda tetap berbunga-bunga.

1. Berharap terlalu muluk-muluk. Kehidupan pernikahan Anda tidak akan selamanya membahagiakan. Membayangkan Anda dan suami akan langsung tinggal di rumah impian dengan kebun yang luas, di mana ia dan anak-anak akan bermain dan bersenda gurau setiap hari, memang impian yang indah namun jangan lalu dijadikan patokan. Sebagai pasangan yang sudah menikah, Anda berdua akan menghadapi masalah, mengalami percekcokan, dan terpaksa membuat kompromi. Selalu ingat, menikah bukan berarti pindah ke "dunia" lain. Dunia ini tetap sama. Hanya saja, kalian kini berdua dan harus berusaha mewujudkan kebahagiaan berdua yang hanya bisa diraih dengan dengan cinta, rasa hormat dan beberapa kompromi dari kedua belah pihak.

2. Berusaha jadi yang terbaik di segala hal
Terkadang wanita berusaha terlalu keras untuk menyenangkan semua orang setelah mereka menikah. Mereka berusaha membuktikan diri bisa menjadi ibu rumah tangga yang sempurna, yang pandai memasak, membersihkan rumah dan membuat semua orang bahagia, dan tetap menjadi wanita karir yang sukses. Itu adalah ide yang baik, tetapi Anda bukan 'Superwoman'! Tekanan yang terlalu berlebihan akan membuat Anda stres. Hubungan dengan suami akan menjadi korban yang paling dirugikan atas skenario ini karena dia harus menghadapi stres Anda. Jadi, pastikan Anda hanya mengerjakan hal-hal yang memang bisa Anda kerjakan sendiri. Selebihnya, tidak ada salahnya meminta bantuan.

3. Tidak mengutarakan perasaan yang sebenarnya
Menikah dan tinggal bersama suami dapat dapat membuat Anda stres secara emosional. Memendam perasaan dapat menyebabkan stres yang diungkapkan dalam bentuk omelan, perubahan suasana hati, temperamen buruk, dll. Alih-alih cemberut dan menimbulkan aura negatif di depan suami, cobalah untuk berbicara dengannya tentang apa yang mengganggu. Hal ini tidak hanya akan menghindarkan banyak sakit hati, tetapi juga semakin mendekatkan Anda sebagai pasangan yang sudah menikah.

4. Tak pernah membiarkan suami sendirian
Hanya karena Anda menikah dengannya, bukan berarti suami tidak membutuhkan ruang pribadi. Pasangan suami istri jauh lebih terlibat dalam kehidupan masing-masing daripada ketika masih pacaran, tapi setiap orang tentunya ingin memiliki waktu untuk dirinya sendiri. Beri dia waktu untuk bergaul dengan teman-temannya atau melakukan hobinya dengan tenang. Ini akan memberi Anda waktu untuk bersantai dan menjalani 'waktu pribadi' juga.

5. Mencoba untuk menjadi "ibunya"
Kita tahu, pria terkadang bisa sangat cuek. Mereka tidak tahu bagaimana cara menjaga rumah tetap bersih, menggantung handuk di kamar mandi, meletakkan piring di wastafel, menaruh baju kotor di tempatnya, dan berbagai kebiasaan buruk lainnya. Jika Anda ingin mengubah kebiasaan buruk suami, maka lakukanlah secara bertahap. Omelan terhadap segala hal buruk yang dilakukannya hanya akan membuat dia "gerah" berada di sekitar Anda.

Mengemban status sebagai istri adalah salah satu perubahan terbesar yang akan Anda alami dalam hidup. Jadikanlah momen itu semanis dan seromantis mungkin.

Senin, 25 November 2013

5 Faktor Penyebab Perceraian dan Solusinya

Fakta dan Mitos - Masa remaja yang indah sudah ditinggalkan, hidup bersama dalam perkawinan, saling cinta saling menyayang, saling berbagi rasa, saling memberi dan saling menerima dalam rumah tangga, seiring sejalan dalam kehidupan. Walaupun badai datang menghempaskan, tak tergoyahkan bagai batu karang dalam mengarungi samudra cinta, saling percaya, saling menyayang, dan saling setia seia sekata membina rumah tangga.

Dasar utama dalam membangun rumah tangga adalah saling cinta dan pengertian, berbagi rasa dalam suka dan duka, maka terjalinlah keharmonisan dan kebahagiaan hidup berumah tangga, Perkawinan adalah suatu ikatan bersama dalam kehidupan berumah yaitu penyatuan hati dan fikiran antara dua jenis manusia yang berlainan jenisnya, antara laki-laki dengan perempuan, menjalin hidup bersama dalam mengarungi kehidupan berumah tangga, apapun yang terjadi dalam mengarungi kehidupan berumah tangga suka maupun duka dirasakan bersama dan saling berbagi rasa.

Seorang perempuan yang ingin hidup berumah tangga, maka sebaiknya sebelum dia memutuskan untuk hidup berumah tangga bersama pasangannya, dia harus bisa memastikan dulu status calon suaminya apakah benar-benar masih perjaka belum pernah menikah dengan perempuan lain, dan harus bisa mempelajari sikap dan perilaku calon suaminya, yang paling utama adalah harus seiman dan seagama dan calon suami tersebut harus sudah mempunyai penghasilan atau pekerjaan yang bisa diandalkan untuk mencukupi kebutuhan hidup berumah tangga, karena agama dan penghasilan calon suami adalah merupakan syarat utama dalam kehidupan berumah tangga. Begitu juga bagi seorang laki-laki yang berniat untuk membangun hidup berumah tangga mencari calon isterinya, harus yang seiman dan seagama, carilah wanita yang penurut,dan dalam berbicara yang lemah lembut tidak lebih keras dari suara laki-laki.

Apa dan bagaimana penyebab hancurnya rumah tangga?
Kehancuran rumah tangga disebabkan oleh beberapa faktor penyebabnya, terutama karena tidak ada lagi saling pengertian, tidak ada lagi saling memberi dan menerima tidak ada lagi saling percaya, dan tidak ada lagi saling setia. Mengapa sampai terjadi demikian?

Faktor penjebab perceraian yang kita ketahui adalah :

1. Hidup berumah tangga tidak seiman dan seagama, akan menyebabkan terjadi percekcokan rumah tangga, karena beda agama adalah suatu dosa berkepanjangan, adanya perbedaan keyakinan dan ketuhanan, bahkan setelah mempunyai anak akan membuat kebingungan bagi anaknya, agama mana yang harus dianut oleh anaknya? apakah mengikuti keyakinan agama Bapaknya ataukah agama yang dianut oleh ibunya, sehingga terjadilah suatu persaingan agama antara bapak dan ibunya yang berusaha mempengaruhi anaknnya dan menanamkan keyakinan agamanya masing-masing.

2. Krisis ekonomi dalam rumah tangga, sering terjadi perceraian, karena keuangan rumah tangga yang tidak mencukupi untuk biaya hidup, beban fikiran akibat banyaknya utang, sehingga terjadi cekcok terus menerus dalam rumah tangga dan tidak ada lagi saling pengertian sehingga isteri suka marah-marah kepada suami dan suami menjadi empsi lalu berlaku kasar kepada isterinya.

3. Isteri tidak menarik lagi dalam berpakaian dan malas bersolek merawat diri, dan isteri malas menyediakan minum suami pulang kerja, sehingga suami tidak kerasan di rumah lalu mencari minuman di warung kopi yang pelayannya wanita-wanita cantik, hal ini tidak terpikirkan oleh isteri penyebab dari hancurnya rumah tangga karena suami melirik wanita lain.

4. Perselingkuhan, terjadi akibat adanya pihak ketiga yang merusak rumah tangga, mengakibatkan terjadinya cekcok, inilah faktor utama penyebabnya, karena isteri di rumah tidak menarik lagi, dan tidak ada kejujuran lagi dari suami, apalagi tidak ada lagi pelayanan isteri maupun pelayanan suami yang saling memuaskan dalam melakukan hubungan cinta. hanya suami dan siteri yang pengertian yang mau menerima apa ada-nya
kekurangannya sehingga tetap terjalin utuh dan rukun dalam kehidupan berumah tangga, janganlah menceritakan kekurangan suami atau isteri kepada orang lain, berdua harus saling menutupi kekurangannya.

5. Tidak mempunyai anak selama berumah tangga, ada sebagian orang tidak perlu harus bercerai,tetap alternatif mengambil anak pungut atau tetap tabah menjalani kehidupan rumah tangga mereka walaupun belum dikarunia seorang anak, hal ini tergantung dari pengertian berdua suami dan isteri sehingga rumah tangganya mereka tetap rukun, karena berdua adanya perasaan cinta yang mendalam dan tidak ingin menyakiti hati terhadap suami atau isterinya.

Bagaimana cara agar rumah tangga tetap harmonis dan langgeng sampai akhir usia?
Sebagai seorang isteri layanilah suami dengan baik, terutama setelah pulang kerja membuatkan minuman dan ngobrol seperlunya saja janganlah jadi isteri suka mengomel. Bila ada keperluan minta ambilkan sesuatu gunakan kata "Tolong" kepada suaminya. Bagi suami dan isteri saling bergantian memberikan pijatan ditempat tidur, hal ini dapat menambah keharmonisan berumah tangga. Isteri sebelum tidur sebaiknya bersolek, pakai baju tidur dari kain katun atau sutra yang disenangi suami. Isteri atau suami apabila marah cukup beberapa kata saja, jangan sampai mengatakan kata-kata "bodoh atau sinting " kepada isteri atau suami dan jangan mengatakan "pulang saja kamu kerumah orangtuamu, atau dengan mengatakan "ku ceraikan kamu" hal ini akan menjadi suatu kebiasaan setiap kali marah yang akhirnya menyebabkan percekcokan yang tak kunjung selesai akibat dari ucapan yang menyakitkan hati dan menyinggung perasaan, sehingga tidak ada lagi jalan terbaik selain daripada perceraian, tidak ada lagi saling pengertian dan tidak ada lagi saling menghormati terhadap pasangannya, maka sebaiknya usahakan salah satu suami atau isteri saling mengalah jangan saling mau menang sendiri demi menjaga keutuhan rumah tangga dan demi masa depan kehidupan anak-anaknya.

Kita hidup di dunia mendambakan ketenangan dan kesejahteraan, kita mempunyai rencana hidup yang baik untuk masa depan, tidak menginginkan perceraian, jalan terbaik menyatukan hati dan pikiran memerlukan kesabaran dan pengertian dalam membina hidup berumah tangga.

Kekayaan jasmani yang kita dapat di dunia harus dibarengi dengan kekayaan rohani, kalau tidak maka akan terjadi kehancuran rumah tangga, mengapa orang yang kaya lebih banyak yang bercerai, karena semakin banyak kekayaan yang dimiliki oleh seseorang maka semakin besar godaan yang dihadapinya, apakah dia bisa memanfaatkan kekayaannya hanya untuk kehidupan rumah tangganya, apakah dia tidak mudah tergoda wanita lain yang menyebabkan adanya perselingkuhan?

Janganlah bercerai konsultasikan dulu masalah rumah tangga anda.

Sabtu, 16 November 2013

Menikah Muda atau Menikah Mapan?

Fakta dan Mitos - Tadi pagi, dalam perjalanan menuju ke kantor, salah satu stasiun radio kesayangan mengangkat topik “Menikah Muda atau Menikah Mapan”. Beberapa penelpon yang masuk pun mencoba mengungkapkan alasan-alasannya, baik yang pro menikah muda maupun yang memilih menikah mapan. Pada kesempatan ini saya mencoba mengungkapkan pandangan saya mengenai topik diatas.

Dari sudut pandang ilmu psikologi, menurut Robert J. Havighurst (Turner dan Helms, 1995), tugas perkembangan manusia pada tahap dewasa awal (usia 21 - 40 tahun) antara lain :

1. Mencari dan menemukan Calon Pasangan hidup : Perkawinan.

2. Membina kehidupan rumah tangga : Berumah tangga dan mandiri secara ekonomi.

3. Meniti karir dalam rangka memantapkan kehidupan ekonomi rumah tangga : Mencapai puncak prestasi, penuh semangat, dan idealis serta pekerja keras.

4. Menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Keinginan hidup tenang, damai, dan bahagia di masyarakat.

Dari sudut pandang kesehatan, pernikahan mensyaratkan kondisi fisik dan psikis tertentu agar dapat mencapai manfaat yang optimal. Nah menurut pendapat saya, saat menikah yang tepat adalah pada saat seorang laki-laki dan perempuan berada pada rentang usia 21 - 28 tahun. Kenapa? Karena pada rentang usia tersebut biasanya seseorang telah matang secara emosional dan memiliki tanggung jawab dalam bertindak dan mengambil keputusan.

Di sisi lain, pada usia tersebut biasanya seseorang telah merampungkan studi S1-nya dan sedang mulai meniti karir atau usahanya. Loh kan usia segitu belum mapan, belum punya apa-apa? Betul, justru karena belum punya apa-apa itu seseorang, terutama laki-laki memiliki cita-cita/impian yang besar, yang ingin diwujudkan bersama pasangannya. Sedemikian besarnya sehingga mereka pun akan menangis haru ketika sedang membicarakannya.

Cita-cita yang besar tersebut tentu harus diwujudkan, untuk mewujudkannya diperlukan fisik yang sehat optimal, kemauan bekerja keras dan rajin berdoa. Di rentang usia tersebut manusia berada pada fase emas kondisi fisik dan emosional yang optimal.

Lalu persiapan apa yang paling utama dibutuhkan oleh pasangan yang hendak melangsungkan pernikahan? Satu hal yang paling utama, setelah memiliki calon pendamping hidup, yang paling dibutuhkan adalah niat untuk melangsungkan pernikahan dengan dasar ibadah, sebagai wujud menyempurnakan agama yang kita anut (ISLAM). Subhanallah, ketika niat sudah ditetapkan, seluruh alam semesta mendukung dengan cara yang luar biasa.

Pada awal usia pernikahan, apakah segala sesuatu berlangsung dengan mudah? Jawabnya tentu saja tidak, kedua insan yang baru saja disatukan tersebut harus melakukan penyesuaian-penyesuaian secara aktif, bisa jadi untuk sepanjang hidupnya. Hanya pasangan yang mampu memegang teguh komitmennya dengan kuatlah, yang mampu bertahan dalam biduk rumah tangga dalam kondisi seburuk apapun. Dan disitulah seni menjalani pernikahan dimulai.

Bagaimana dengan menikah muda?
Katanya juga baik dari sudut pandang agama, karena menghindari perbuatan dosa. Menurut saya pribadi, menikah mudah sah-sah saja sepanjang syarat kesiapan fisik dan psikologis seseorang telah terpenuhi. Apa gunanya menikah muda, dengan menampilkan foto-foto pre-wedding yang bagus, acara resepsi yang megah, namun ketika menghadapi ujian kehidupan berupa kesulitan finansial atau kesulitan dalam merawat dan mendidik anak, kedua pasangan tersebut bersikap emosional dan tidak memiliki kemampuan untuk memecahkan permasalahan dengan baik. Akibat yang mungkin ditimbulkan ketika ada masalah tersebut adalah ‘flight’, lari dari kenyataan dengan melakukan tindakan-tindakan yang disukai seperti kongkow dengan teman, nge-mall, dan sebagainya. Ketika sampai di rumah, toh persoalan ternyata belum teratasi.

Kadang-kadang kita sebagai manusia suka menggampangkan suatu persoalan tanpa melalui telaah pemikiran yang panjang, akibatnya ketika dihadapkan pada persoalan yang sebenarnya, sikap dan tindakan yang kita ambil masih jauh dari kematangan. Lagi-lagi pengalaman adalah guru yang terbaik. Jadi jangan sungkan dan ragu untuk belajar dari pengalaman orang-orang terdahulu di lingkungan sekitar kita, agar kita dapat memiliki ‘model’ yang terbaik yang bisa kita anut.

Bagaimana jika sampai usia lewat 30 tahun saya belum menemukan jodoh saya? Jangan khawatir, sesungguhnya Allah itu maha adil dan bijaksana. Yakinlah bahwa DIA sedang merencanakan sesuatu yang besar lagi baik untuk diri Anda. Jika pada akhirnya Anda menemukan jodoh, satu hal yang mesti disadari, kondisi fisik Anda dan pasangan bisa jadi sudah tidak lagi muda, sehingga perlu untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian yang agar tetap meraih kebahagaiaan dalam biduk rumah tangga.

Senin, 11 November 2013

3 Alasan Mengapa Pria Rentan Stres Saat Menghadapi Perceraian

Fakta dan Mitos - TERNYATA pria lebih sulit menghadapi perceraian ketimbang perempuan. Mengapa demikian? Menurut sebuah penelitian terbaru dari Journal of Mens Health , pria yang bercerai lebih rentan terhadap penyakit jantung dan tekanan darah tinggi, parahnya lagi mereka bisa terserang stroke dan berisiko melakukan bunuh diri dibanding perempuan. “Terakhir kali saya bercerai tekanan darah saya meningkat,” kata Denbaum pakar relationship dari Yourtango.

Berikut ini alasan mengapa pria begitu rentan stres dalam perceraian. Dilansir Fox Magazine :

1. Mereka kehilangan identitas diri
Pria seakan kehilangan kepercayaan diri dan kepercayaan terhadap wanita paska perceraian. Hal ini juga membuat identitas sebagai pria terhormat pun hilang.

2. Naluri kebapakan tertantang
Saat menjadi suami, pria tidak pusing dengan anak-anak mereka. Namun, paska perceraian mereka cenderung tertantang dan ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak dan membuat mereka bahagia setelah melihat orangtuanya bercerai.

3. Jangan biarkan mereka murung sendiri
Pria stres yang ditinggalkan para pasangannya, jangan dibiarkan murung sendirian. Mereka akan nekat melakukan berbagai hal yang buruk.

10 Tips Agar Suami Tidak Berpikir untuk Selingkuh

Fakta dan Mitos - Semua istri mendambakan suami yang setia dan menjadi pasangan yang bisa dipercaya. Namun faktanya para istri hari ini banyak yang mulai ragu apakah mereka mampu menjaga suaminya agar senantiasa setia selamanya. Banyak istri yang merasa sudah melakukan segalanya untuk suami mereka namun pesimis akan kesetiaan suaminya.

Selingkuh itu bukan hanya selingkuh secara fisik, namun selingkuh emosional. Semua orang bisa berkomunikasi secara bebas. Bertukar komentar, melihat foto, mengikuti aktifitas dan banyak hal lain yang sebenarnya sangat berpeluang menjadikan godaan-godaan emosional untuk berpindah kelain hati itu terjadi. Paling tidak ada peluang untuk lebih merasanya nyaman berbicara dengan rekan-rekan di dunia maya, sementara komunikasi dengan pasangan semakin jarang dilakukan.

Berikut ini kiat - kiat agar suami tak berpikir untuk “selingkuh” :

1. Berpikir sebelum mengeluh pada suami
Sebagian suami menggangap keluh kesah adalah hal yang menjengkelkan, sehingga kadang uneg-uneg Anda tidak bisa dipahami oleh suami Anda, malah yang lebih sering terjadi justru membuat suami menjadi kesal. Anda perlu untuk berlatih menata kata dan berpikir berulang-ulang sebelum Anda berkeluh kesah pada suami Anda.

2. Bersabar
Jika ada perilaku suami Anda yang membuat kurang nyaman, maka kesabaran adalah hal penting untuk diperhatikan. Karena untuk merubah sesuatu yang telah lama menjadi kebiasaan bukanlah hal mudah. Anda tidak bisa berharap merubah semuanya seperti membalikkan telapak tangan. Untuk itu bersabarlah. Dengan kesabaran dan kelembutkan Anda justru akan membuat suami tesentuh dan lama kelamaan akan mengetahui maksud Anda kemudia perlahan lahan menerimanya.

3. Jujur
Beranikan diri Anda untuk berkata jujur dengan tegas. Bila suami Anda mengatakan bahwa dia tertarik dengan sekretarisnya di kantor, katakan kepada suami Anda untuk segera mengganti sekretaris terebut dengan yang lain, agar suami Anda tidak selingkuh. Memang seakan kejujuran dan ketegasan Anda terasa kurang menyenangkan, namun keberanian Anda itu penting demi menjaga keutuhan rumahtangga Anda.

4. Pujian
Pujian adalah salah satu faktor yang memiliki pengaruh besar dalam memotivasi kebaikan, cobalah untuk memberikan pujian dengan tulus saat suami Anda melakukan hal-hal yang baik. Kesalahan sebagian besar istri biasanya saat mereka melihat suami mereka melakukan sesuatu yang baik, namun mereka menahan diri untuk memberikan pujian, mereka lebih memilih menyimpan pujian mereka didalam hati. Pujilah suami Anda, agar suami Anda semakin “lengket bagai prangko dan amplop”. Pujian Anda adalah wujud penghargaan dan respect kepada suami Anda. tentu suami Anda selalu menjadi bersemangat dan bergairah untuk membahagiakan Anda.

5. Buatlah Suami Anda Merasa Hebat
Apapun perkerjaan dan aktifitas suami Anda, satu hal yang perlu Anda ingat adalah penting memastikan suami Anda merasa dirinya hebat. Saat suami mengetahui istrinya menganggap dirinya hebat, maka suami akan memiliki percaya diri yang semakin tinggi, dan suami-suami hebat akan selalu setia pada istrinya yang mengetahui dan mengakui kehebatan mereka.

6. Hangat Setiap Saat
Kehangatan saat berhubungan intim adalah sesuatu yang memiliki pengaruh besar bagi seorang suami untuk menjadi setia pada istri mereka. Anda sebagai istri tak perlu ragu untuk melakukan eksperimen untuk menjadikan setiap hubungan intim Anda selalu hangat. Semakin Anda hangat, semakin kecil peluang suami Anda berselingkuh.

7. Bicaralah
Saat ada sesuatu yang menurut Anda menjadi masalah, bicarakan dengan suami secara terbuka. Jangan biarkan persepsi dan prasangka yang mendominasi hubungan Anda. Atur strategi Anda untuk mendapatkan saat yang tepat untuk berbicara dengan suami Anda tentang persoalan hidup dan rumah tangga Anda. Memendam masalah adalah sebuah kebiasaan yang justru menjauhkan Anda dari suami.

8. Meminta Maaf Jika Bersalah, Namun Jangan “Lebay”
Saat Anda berbuat kesalahan dengan melakukan sesuatu yang berpotensi merusakk hubungan Anda dengan suami, beranikan diri Anda untuk meminta maaf. Katakan pada suami bahwa Anda menyesal dan meminta maaf atas kesalahan Anda. Ada sebagian wanita yang merasa gengsi untuk meminta maaf pada suami padahal mereka tahu bahwa mereka baru saja melakukan kesalahan. Jadilah berani untuk meminta maaf, dengan menguatkan hati Anda meminta maaf akan menjadikan diri Anda semakin disayang oleh suami Anda.

9. Hargai Suami Anda
Semua perbuatan baik suami pantas mendapat penghargaan, tidak memandang apakah sesuatu yang dilakukan suami termasuk perbuatan yang kecil atau besar. Selalu ingat untuk memberikan ucapan terimakasih secara tulus pada suami Anda setiap kali Anda menerima kebaikan dari suami Anda, sekecil apapun itu.

10. Humor
Selera humor Anda juga ternyata sangat berpengaruh pada kesetiaan suami Anda. Jadilah selalu menyenangkan, bercanda dengan suami Anda. Ceritakan lelucon-lelucon yang lucu sehingga Anda dan suami bisa sering tertawa. Dengan kreatifitas Anda membuat hal-hal yang lucu sehingga membuat suami Anda senang. Akan membuat suami Anda selalu rindu pada senyum dan tawa Anda.

Semoga Bermanfaat

Sabtu, 09 November 2013

12 Sikap Isteri yang Bisa Menentramkan Hati Suami

Fakta dan Mitos :

1. Berhias secantik mungkin serta banyak tersenyum ketika suami berada di rumah.

2. Menampakkan wajah yang selalu ceria dan berseri ketika ada di depan suami.

3. Suka memberi perhatian kepada suami. Dengan perhatian tersebut maka akan membuat seorang suami merasa nyaman.

4. Menerima sekecil apapun pemberian (materi) suami. Dan tidak sekali-kali mengeluhkan atau menyepelekannya .

5. Tidak banyak menuntut kepada suami dengan hal-hal yang masih belum bisa ia penuhi.

6. Tidak suka membantah apa yang suami ucapkan. Dan bersuara rendah ketika berbicara kepada suami.

7. Selalu mentaati segala perintah dan larangan suami sepanjang bukan menyuruh pada hal-hal kemaksiatan.

8. Suka menemani suami di saat makan. Dengan ditemani maka seorang suami akan merasakan kenikmatan dalam kebersamaan.

9. Tidak suka melakukan sesuatu ataupun kegiatan yang tidak disukai suami.

10. Tidak suka keluar rumah jika tak ada keperluan penting. Karena rata-rata seorang suami tidak menyukainya.

11. Suka menghibur hati suami ketika ia dalam suasana bersedih.

12. Dan selalu turuti permintaan suami jika hendak mengajak tidur bersama sepanjang tidak ada hal-hal yang menghalangi untuk melakukannya.

Jika hal tersebut diatas bisa dilakukan seorang isteri..Maka seorang suami akan makin sayang kepada isterinya dan menjadi suami yang setia.

Minggu, 03 November 2013

5 Alasan Kenapa Banyak Pasangan Menikah di Bulan Oktober

Fakta dan Mitos - Happy October…..Bulan penuh kondangan, ngaku aja yg kondangan lebih dari 10x. Kenapa bulan oktober banyak yang nikah? kok gak bulan November, Desember atau bulan yang lain aja? Mari kita bahas fenomena unik ini

1. Bulan Oktober Bulan Galau
Bulan Oktober adalah bulan galau. Lah kok bulan galau, ya karena bulan oktober bulan pergantian musim, dari musim panas ke musim hujan. Nikah pas musim hujan kan jadi dingin dingin empuk *if you know what I mean*. Mungkin karena akhir2 ini penghangat ruangan naik harganya di sebabkan kenaikan nilai tukar dolar ke rupiah, jadi mereka mencari penghangat yang alami *hasyaahhh…*

2. Libur panjang
Karena bertepatan dengan idul adha , jadi ada jeda waktu libur panjang. Antara tanggal 12-15 Oktober 2013, kan lumayan tuh cukup buat nikah. Tanggal 12 nikah 13 malam pertama 14 bulan madu 15 idul adha. Hayo ada yang kondangan tanggal 12? Aku kondangan di tanggal segitu, biasanya PNS tuh yang nikah tanggal segitu, mereka kerja cuma sampai hari jum’at. Ya tidak menutup kemungkinan pekerjaan yg lain juga.

3. Mudah di Ingat dan Banyak yg Merayakan
Tanggal 28 kan hari Sumpah Pemuda tuh, kan lumayan nempil *apa ini bahasa Indonesianya* jadi gampang di inget, yg ngerayain juga banyak. Kan kalau suatu saat ada yg tanya “hey bro, kapan kamu nikah” | “itu bro, waktu hari Sumpah Pemuda” | “la emangnya tanggal berapa tu?” | “sek sek…ku cari di google dulu bentar!!” . Tuh kan, kalaupun lupa tanggal nikah tinggal cari di google tar ketemu.

4. Banyak yg jadian dibulan Oktober
Karena bulan oktober banyak kondangan, akhirnya di kondangan itu sendiri banyak jodoh yg dipertemukan, efek dominopun berlanjut. Dengan alasan biar gak ribet ngapalin tanggal jadi mereka biasanya menikah di bulan yg sama saat mereka pertama kali bertemu.

5. Makin Banyak Populasi Manusia
Mungkin karena jumlah manusia makin banyak , jd makin banyak juga yg kimpoin. Nah kebetulan nikah nya di bulan Oktober *logis sih!! Tapi maksa, habis bingung mau cari factor yang lain*.

Cukup sekian, selamat menikmati malam pertama, kedua, ketiga, dst…semoga menjadi keluarga yg syakinah, mawadah , dan barokah bagi yg baru saja melaksanakan pernikahan semoga nular ke aku ,, AAAAMMMMMIIIIIIINNNNNNNNNNNN……..amin amin amin amin

Selasa, 22 Oktober 2013

7 Tips untuk Menggelar Pesta Pernikahan yang Murah

Fakta dan Mitos - Sepasang kekasih di Skotlandia, seniman Georgina Porteus (36) dan penyanyi sekaligus pencipta lagu Sid Innes (39) hanya mengeluarkan uang 1,56 dolar (setara Rp17 ribu) untuk resepsi pernikahan mereka. Ya, Anda tidak salah baca. Pasangan tersebut suka mendaur ulang barang dan memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, menurut harian Inggris Metro News, sehingga keduanya bersumpah menggelar pesta pernikahan sesederhana mungkin.

Lalu bagaimana caranya pasangan ini menggelar pesta pernikahan yang dihadiri 70 orang tamu dengan anggaran sekecil itu? Porteous dan Innes mengatakan mereka menggelar pesta pernikahan di garasi yang berada di belakang rumah mereka.

Porteus menghabiskan 1,56 dolar (setara Rp17 ribu) untuk sebuah gaun pengantin antik yang ia temukan di freecycle.org, sebuah jaringan untuk bertukar barang dan memberikan hadiah, sementara Innes mengenakan jas yang sudah dimilikinya sejak dulu. Cincin pernikahan mereka dibuat sendiri oleh Porteus menggunakan tanduk rusa yang ia temukan di kebunnya. Ibunya memimpin resepsi pernikahan keduanya dan seorang pendeta setempat memberikan layanan secara gratis agar pernikahan mereka sah.

Untuk resepsi, aula pernikahan dihiasi dengan bunga-bunga yang ditanam sendiri, tumpukan jerami, dan lentera yang diberikan oleh para petani setempat. Pasangan pengantin baru tersebut meminta para tamu untuk membawa makanan dan minuman untuk piknik yang sederhana dan bibi Porteus membuat kue pernikahan mereka.

Fotografer pernikahan yang memotret perayaan tersebut menukar jasanya dengan editan film dari Porteus. Dan musik yang mengiringi jalannya pesta pernikahan berasal dari ayah mempelai perempuan, yang memainkan musik jazz menggunakan saksofon.

“Kami berpikir kami akan melangsungkan pesta pernikahan secara berbeda dan kami mulai menjadi terobsesi dengan hal ini dan kiat-kiat untuk menghemat uang. Ini sangat luar biasa, menyenangkan, dan menantang,” ujar Innes dalam sebuah video di YouTube.

Meskipun tindakan penghematan yang Innes dan Porteus lakukan untuk pernikahan mereka terkesan amat ekstrem dan kebanyakan dari kita pasti tidak mau mengikuti, ada banyak cara untuk menggelar pesta pernikahan dengan anggaran yang minim.

Berikut ini beberapa tip dan trik untuk menggelar pesta pernikahan yang murah :

1. Gaun
Jika Anda tidak memiliki sahabat atau keluarga yang dapat meminjami Anda gaun pernikahan mereka, ada banyak situs yang menjual gaun pernikahan bekas. Jika Anda beruntung, Anda bahkan bisa mendapatkan keuntungan jika Anda menjual kembali gaun pernikahan Anda. Toko online, forum jual beli, eBay, dan situs belanja online lainnya juga merupakan pilihan yang bagus.

2. Cincin
Tidak semua orang semahir Porteus dalam membuat cincin, namun website seperti Etsy.com memiliki banyak pengrajin dengan keterampilan yang serupa dan menawarkan alternatif yang terjangkau seperti cincin kawin emas dan perak. Untuk menghemat biaya Anda dapat membeli cincin logam berlapis titanium dan emas yang terlihat seperti cincin emas dan perak sungguhan.

3. Bunga
Bunga dan dekorasi adalah salah satu pos pengeluaran besar untuk pesta pernikahan. Untuk menghematnya, pilih bunga berukuran besar sehingga Anda hanya akan membutuhkan lebih sedikit. "Jika Anda mendekorasi aula dengan bunga mawar, Anda membutuhkan lebih banyak bunga,” ujar Tracy Taylor Ward, pemilik dan desainer Tracy Taylor Ward Design.

4. Gedung
Dapat menggelar pesta pernikahan di rumah Anda sendiri atau di kediaman sahabat atau saudara Anda merupakan cara termurah, namun bagi Anda yang menginginkan lokasi yang berbeda, ada beberapa trik untuk menghemat biaya. Harga aula pesta pernikahan berbeda pada setiap musim, sehingga jika Anda mendapatakan tempat pada musim yang tidak terlalu ramai, harganya akan menjadi lebih murah dibandingkan periode puncak atau dapat ditawar karena pada periode tersebut bisnis tidak terlalu ramai. Hindari hari libur karena harga cenderung meroket. Selain itu, menggelar pesta pernikahan pada Jumat atau Minggu sedikit lebih murah dibandingkan Sabtu.

5. Makanan
"Jika tak mau menghabiskan terlalu banyak uang untuk makanan, hindari memesan makanan restoran atau prasmanan," ujar Ward. Sediakan saja makanan yang ringan dalam berbagai macam pilihan.

6. Kue pernikahan
Pesanlah kue yang berukuran lebih kecil, karena toh kue pengantin tak akan dibagi-bagi ke seluruh tamu. Atau jika Anda menganggap prosesi potong kue sudah ketinggalan zaman, tak ada salahnya tak memesan kue pengantin sama sekali.

7. Undangan
Ini tahun 2013. Kemungkinan besar semua tamu undangan Anda punya email. Ada banyak website yang menyediakan desain cantik untuk berbagai kartu undangan yang bisa Anda kirim melalui email. Teman-teman dan keluarga dekat Anda tidak akan keberatan, karena jika mereka memang peduli pada Anda, mereka akan datang ke pernikahan Anda meskipun undangannya bukan berupa kertas mewah berpita.

Senin, 07 Oktober 2013

8 Hal yang Harus Dibicarakan dengan Pasangan Sebelum Menikah

Fakta dan Mitos - Kenapa banyak orang yang setelah menikah justru kecewa karena merasa pasangannya saat ini berbeda jauh dengan yang mereka kenal sebelum menikah? Atau jangan-jangan sebenarnya yang ditampakkan sebelum menikah justru bukan sifat asli mereka dan baru kelihatan setelah pernikahan?

Bagi sebagian orang, hanya karena sungkan kepada calon pasangan, akhirnya tidak mau membicarakan dan mendiskusikannya. Tapi belakangan, setelah semua masalah rumah tangga mengacaukan semua mimpi indah tentang pernikahan itu, barulah menangis menyesal dan mulai mencari solusi.

Untuk itu sebelum terlambat dan memutuskan menikah, bicarakan hal-hal urgent ini dengan calon pasanga Anda :

1. Sudah tahukah anda masing-masing hak dan tanggung jawab setelah menikah nanti? Siapa yang akan mencari nafkah, berdua atau suami saja? Lalu, bagaimana kalau istri ingin ikut bekerja sebagai bentuk aktualisasi diri?

2. Diskusikan mengenai prosesi pernikahan. Apakah hanya syukuran atau akan diadakan pesta? Kalau iya, bagaimana dengan pembagian biaya resepsinya?

3. Berterus teranglah kepada calon pasangan tentang utang yang saat ini sedang ditanggung, jangan sampai setelah menikah baru mengaku. Anda juga bisa menanyakan hal yang sama tentang utang yang sedang dia tanggung.

4. Perlu kah untuk saling terbuka mengenai pendapatan? Sangat perlu. Ini bisa jadi masalah besar di kemudian hari jika tidak terus terang dari awal. Sering orang yang kelihatan punya karir dan jabatan bagus di sebuah perusahaan besar, ternyata gajinya tak seperti yang dibayangkan.

5. Apakah anda saat ini jadi tulang punggung keluarga dan memberikan sebagian besar gaji untuk membantu keluarga? Atau ada anggota keluarga yang wajib dibantu setiap bulan seperti uang sekolah adik atau keluarga yang mengidap menyakit yang harus rutin berobat? Perlu dibicarakan dulu nih pada calon pasangan, setelah menikah nanti mau seperti apa, berapa persen pendapatan anda yang akan tetap dialokasikan untuk membantu.

6. Setelah menikah tinggal dimana? Ada saja masalah yang mungkin timbul ketika tinggal serumah dengan mertua. Jika terpaksa harus tinggal di rumah mertua, sampai kapan? Sudahkah disepakati dari awal?

7. Calon pasangan minta melakukan tes kesehatan sebelum menikah, kenapa tidak? Bukan untuk meragukan, tapi kita bisa bersiap antisipasi lebih dini untuk segala kemungkinan.

8. Setelah menikah, apakah ingin langsung punya momongan, atau menunda dulu karena suatu hal?

Mungkin masih ada hal-hal lain yang mengganjal tentang diri pasangan, baiknya hal tersebut dibicarakan sebelum jauh ke jenjang pernikahan. Tidak perlu gengsi, takut dibilang matre atau banyak syarat, tapi 8 hal di atas sangat urgent untuk dibicarakan dengan calon pasangan.

Sebelum terlambat, upayakan yang terbaik untuk pernikahanmu karena itulah masa depan dunia dan akhiratmu.

Rabu, 02 Oktober 2013

3 Hal yang Dibutuhkan Pria Selama Menikah

Palingseru.com – Ada beberapa hal yang dibutuhkan pria selama menikah dan berumah tangga namun biasanya wanita sebagai istrinya kurang mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan pria selama pernihakan.

Nah kamu mau tahu apa saja yang dibutuhkan pria selama ia menjalin hubungan rumah tangga simak berikut ini :

1. Butuh dihormati
Sebagai istri sudah sewajibnya untuk menghargai suami sebab suami merupakan kepala rumah tangga yang selalu bertanggung jawab atas semua hal dalam rumah tangga, namun biasanua banyak istri yang kurang menghargai suaminya inilah yang biasanya menjadi sumber pertengkaran rumah tangga, sebagai Istri yang baik sudah sewajibnya untuk menghargai suami.

2. Butuh rasa damai
Banyak wanita yang suka bersifat berlebihan ketika ingin meninta sesuatu dari suaminya, sikap berlebihan ini biasanya membuat pria menjadi merasa tidak nyaman dan seperti di teror padahal pria menginginkan rasa damai ketika menjalani hubungan rumah tangga.

3. Butuh hiburan
Meski sudah menikah pria juga butuh hiburan seperti berolahraga, bermain game. Jadi jangan batasi kesenangan suami untuk yang satu ini selama sifatnya positif.

Nah itulah beberapa kebutuhan suami yang ingin suami dapatkan setelah menikah yang wajib diketahui oleh wanita.

Selasa, 01 Oktober 2013

4 Tips Saat Bertemu dengan Calon Mertua

Fakta dan Mitos - Lebih baik bertemu hantu daripada calon mertua, bener nggak mindtalkers? Nah, karena persepsi inilah banyak sekali pria yang deg-degan saat bertemu dengan calon mertua mereka. Bahkan ada beberapa diantaranya ada yang hanya menjemput kekasihnya di depan rumah saja, karena takut bertemu mertua.

Lantas gimana nanti kalau kedua orangtua kekasih kalian mau bertemu? Jangan khawatir mindtalkers, karena kita punya trik jitu nih. Check it out :

1. Jangan Datang dengan Tangan Kosong
Sudah tahu mau bertemu calon mertua, masa mindtalkers nggak bawa apa-apa! Setidaknya belilah sesuatu barang ataupun makanan saat kalian berkunjung ke rumah kekasih. Setidaknya aksi ini akan meredam emosi mereka, siapa tahu pas kalian datang keadaan lagi runyam di rumahnya.

2. Melakukan Riset Terlebih Dahulu
Bukan cuma teknologi aja yang perlu riset mindtalkers! Tetapi kalau kalian mau bertemu calon mertua juga diperlukan riset. Cari tahulah kegemaran mereka itu apa. Kalau sudah tahu balik lagi ke poin pertama.

3. Berpakaian Sopan dan Wangi
Jangan ikuti gaya American Style Guys ! Karena kita masih budaya Timur, sebaiknya kita harus tampil sopan saat bertemu calon mertua. Pakailah kemeja, dan jangan lupa untuk menyemprotkan parfum. Be nice lah saat bertemu, karena pertemuan pertama adalah penialian yang aktual.

4. Jangan Terlalu Banyak Bicara
Saat bertemu dengan calon mertua, sebaiknya jangan banyak bicara. Hal itu untuk menghindari kalian terjebak dalam pembicaraan yang menyudutkan kedua belah pihak. Saat mereka bertanya, jawab seadanya dan jujur saja. Selebihnya, cukup lemparkan senyum dan sanjungan saja guys!

Minggu, 22 September 2013

4 Cara Pria Ketika Melamar yang Membuat Wanita Kecewa

Fakta dan Mitos - Satu dari lima wanita benci momen saat mereka dilamar sang kekasih. Cara melamar seperti apa yang bisa membuat wanita kecewa?

Satu dari lima wanita benci momen saat mereka dilamar sang kekasih, begitulah hasil survei yang dirilis The Knot dan Men's Health. Survei itu melibatkan 3.000 pria dan wanita.

Dari hasil survei terungkap, 26% calon pengantin berharap momen dilamar kekasih lebih romantis dan personal serta tidak dibuat-buat. Ada juga responden yang merasa momen lamaran kekasih mereka terlalu berlebihan. Apa saja cara melamar pria yang bisa membuat wanita kecewa?

Berikut ini 4 Cara Pria Melamar yang Buat Wanita Kecewa :

1. Menarik perhatian orang lain
Kalau si dia bukan tipe orang yang merasa nyaman dengan lamaran di depan umum, jangan pernah melakukannya. Hindari melamarnya di acara pesta, saat seluruh keluarga berkumpul atau ketika menonton bioskop bersama. Cara ini bukan hanya membuatnya merasa malu, tapi si wanita jadi merasa tertekan untuk berkata 'ya'. Bisa jadi si wanita kemudian akan memberikan penolakan di kemudian harinya. Sebelum melamar pasangan, para pria sebaiknya memikirkan tipe orang seperti apa kekasihnya. Apakah si wanita pemalu dan berhati-hati, kalau iya, berarti cara melamar yang tepat untuknya bukan di keramaian, tapi dalam suasana yang lebih intim.

2. Berlebihan
Beberapa pria menganggap cara melamar yang istimewa adalah dengan menggabungkan semua aktivitas romantis menjadi satu momen yang besar. Contohnya : pria sudah memesan tempat di sebuah restoran untuk makan malam. Kemudian saat makan malam berlangsung, si pria memberikan hadiah bunga, cokelat sampai teddy bear dan terakhir mengajukan lamaran. Sayangnya, meski semua langkah-langkah di atas sangat romantis, belum tentu wanita menyukainya. Wanita lebih suka romantisme sehari-hari. Jadi cobalah melamar dengan tidak terlalu berlebihan.

3. Kurang Persiapan
Pria biasanya hanya punya satu kesempatan istimewa untuk melamar kekasihnya. Jadi sebaiknya gunakanlah kesempatan itu sebaik mungkin dan tentu saja tanpa adanya paksaan. Kalau memang pria merasa tidak pandai berkata-kata, tidak ada salahnya berlatih dulu. Pastikan pria juga punya rencana cadangan, untuk berjaga-jaga kalau rencana utama gagal. Jangan lupa juga untuk memastikan momen melamar yang akan Anda lakukan aman. Misalnya saja, kalau memang mau menaruh cincin di dalam gelas air minum wanita, jangan sampai malah cincin tersebut tertelan.

4. Terlalu Boros
Memang tidak ada salahnya mengeluarkan sejumlah uang untuk melamar wanita yang dicintainya. Namun kalau uang yang dikeluarkan itu ternyata adalah sebuah pemborosan karena sampai menguras tabungan, tentu si wanita akan kecewa juga.

Sabtu, 14 September 2013

3 Tips untuk Menentukan Biaya dalam Pernikahan

Fakta dan Mitos - "Kapan nikah? Mana pasangannya? Kapan acaranya?" Tak pernah ada yang menanyakan, “Apakah sudah ada uangnya untuk pesta pernikahan?” Semuanya pasti pernah mengalami atau pernah ada pada kondisi yang sama. Sudah ada pasangan namun belum ada dana menikah. Mungkin justru itu yang jadi penyebab belum menikah. "Jadi kapan menikah?" "Kapan-kapan kalau dananya sudah ada!" rasanya ingin menjawab begitu. Tapi, tunggu. Dananya belum ada atau memang belum disiapkan?

Menyiapkan dana menikah bagi seorang lajang, terlebih jika belum ada jodohnya, mungkin akan sedikit sulit atau bahkan tidak terpikir sama sekali. Namun memulai persiapan dana menikah sejak dini akan menghindari Anda dari situasi "mau menikah belum ada uangnya" di masa datang.

Sebagai perencana keuangan yang mandiri, saya sering sekali berkaca dalam menghadapi klien yang memiliki tujuan dana menikah. "Berapa sih dananya?" "100 juta cukup nggak, ya?" "Kurang dari itu, bisa nggak?" Di Indonesia, dana menikah yang harus disiapkan meliputi banyak aspek, karena budaya timur mengharuskan keluarga besar untuk dilibatkan dalam acara atau menjadi undangan. Sebagai langkah awal dalam menentukan biaya pernikahan, ada sejumlah hal yang harus dicatat terlebih dulu :

1. Banyaknya undangan
Besar kecilnya anggaran pernikahan dapat dilihat dari banyaknya undangan. Semakin banyak undangan disebar maka semakin besar juga anggaran karena berpengaruh terhadap porsi hidangan yang harus disediakan.

2. Konsep acara
Konsep acara yang ingin diterapkan harus jelas agar biaya yang diperlukan dapat disesuaikan. Biasanya konsep acara adat adalah yang paling banyak menyita perhatian dari segi finansial. Namun saat ini mulai banyak pesta pernikahan mengusung konsep private party dengan menyewa lokasi pribadi, tetapi ternyata tidak lantas mengubah biaya menjadi minimalis karena mengadakan pesta seperti itu juga menuntut perhatian lebih dari segi pengeluaran.

3. Tempat acara
Setelah menentukan jumlah undangan dan konsep acara, pertimbangkan pula lokasi acara. Apakah tempat yang dinginkan memiliki kapasitas yang mencukupi? Apakah sesuai dengan konsepnya? Jika sudah memiliki tempat yang sesuai, segera pesan sedini mungkin.

Biaya yang dibutuhkan untuk pesta pernikahan akan tergambar dari ketiga aspek di atas. Oleh sebab itu, jika Anda masih lajang atau waktu pernikahan masih lama, tidak perlu terlalu detail dalam mendata kebutuhan pesta. Cukup tentukan berapa besar dana total yang dibutuhkan dan berapa lama jangka waktu pencapaian. Perlu diingat, harga semua barang dan jasa terkait pernikahan juga terus meningkat setiap tahunnya, seiring dengan inflasi. Maka persiapkan dana menikah sedini mungkin dengan instrumen investasi yang tepat.

Jika pernikahan Anda akan berlangsung dalam 1-3 tahun, cukup gunakan tabungan dan deposito saja untuk menghindari risiko yang berlebih. Pernikahan yang akan dilangsungkan dalam jangka waktu menengah (3-7 tahun), dananya bisa dialokasikan ke dalam produk emas atau reksadana. Sedangkan bila Anda saat ini masih lajang dan mungkin baru akan menikah 10 tahun lagi (atau lebih), investasikan dananya ke dalam produk yang sedikit agresif, misalnya dalam bentuk saham atau reksadana saham.

Sebelum memulai berinvestasi untuk dana menikah, sebaiknya kenali profil risiko dalam menggunakan uang. Ada baiknya lakukan Financial Check Up terlebih dahulu, agar tahu seberapa besar kemampuan Anda dalam mencapai tujuan dana menikah dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Sebagai simulasi, seorang pria berusia 24 tahun berencana menikah 4 tahun mendatang dengan biaya saat ini diperkirakan Rp100 juta. Salah satu formula investasi yang bisa ia gunakan adalah :

*Biaya sekarang : Rp100 juta
*Biaya 4 tahun yang akan datang (setelah inflasi) : Rp146 juta
*Menabung setiap bulan : Rp3,1 juta
*Berinvestasi setiap bulan (Reksadana Pendapatan Tetap) : Rp2,5 juta

Mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda? Maka mari berhitung, mulai menabung dan capai dana menikah.

Happy Wedding and Always Happy Investing !!

Rabu, 04 September 2013

3 Posisi dan Fungsi Suami dalam Sebuah Perkawinan

Fakta dan Mitos - Tidak ada seorang suami dan sekaligus ayah yang berhasil tanpa dukungan istri. Demikian sebaliknya, tidak ada istri dan sekaligus ibu yang sukses tanpa pengayoman suaminya.

Kali ini penulis secara khusus menyoroti peranan suami sebagai pembela alias advokat istri. Dalam masyarakat paternalistik Suami tidak banyak terlibat dalam pengasuhan anak.

Bagaimana sesungguhnya posisi dan fungsi utama suami dalam perkawinan ?

1. PANGGILAN SUAMI
Meski Pada dasarnya posisi pria dan wanita sama alias setara. Hanya berbeda dalam fungsi. Jika pasutri bisa saling menghargai dan melengkapi akan sangat membantu proses pertumbuhan pernikahan. Secara khusus peran yang Tuhan berikan berikan pada suami istimewa, yakni Sebagai kepala keluarga. Suami dipanggil untuk mengasihi istri. Melayani istri dengan menyediakan segala kepuasan istri.
Seperti : melindungi, mendampinginya, dan berkorban bagi istri dalam segala hal.
Memimpin istri dengan otoritas yang kuat, punya dominasi tapi tidak otoriter. Salah satu panggilan utama para suami adalah menjadi advokat atau pembela istri. Suami dipanggil Membela istri dari serangan dan tekanan orang lain. Bisa datang dari mertua, anak atau lainnya. Di rumah sehari-hari sang Ibu tak jarang konflik dengan anak-anak. Anak menyerang ibunya dengan kata dan sikap yang kasar. Disinilah Sang Ayah sebagai suami terpanggil menengahi hingga membela sang istri. Bukan sebaliknya menyerang, menyalahkan atau menekan. Disinilah suami perlu belajar seni membela istri tanpa menyakit hati anak. Tetap bersikap objektif dan adil. Sebab di sisi lain Firman berkata, “Hai Ayah-Ayah, jangan sakiti hati anakmu” Membela Istri di depan anak sangatlah penting dan sehat bagi pertumbuhan perkawinan. Jika kita membela istri di depan anak, istri bukan saja merasa dicintai, tetapi sekaligus mengajarkan anak laki betapa pentingnya mereka kelak membela istri mereka. Termasuk membela dan melindungi dari serangan orang lain. Jika istri dibela, dia merasa dicintai. Jika dia merasa dicintai dia akan bersemangat melakukan banyak hal baik sebagai istri maupun menjadi Ibu bagi anak-anak. Jika istri seorang wanita karir, maka ia akan produktif dalam bekerja. Membawa kebahagiaan rumah ke kantor, dan membawa kepuasaan kantor ke rumah.

2. WUJUD PEMBELAAN DAN CINTA SUAMI
Kualitas cinta suami dinyatakan dengan jalan pengorbanan. Kasih seperti ini lebih dari sekedar daya tarik seksual. Kasih ini melibatkan lebih banyak emosi yang mendalam. Kasih yang aktif, bukan pasif. Kasih yang kreatif bukan manipulatif. Kasih yang selalu peduli terhadap kebutuhan istri. Kasih yang selalu ingin melindungi istri dari rasa tidak aman dan rasa tidak berdaya. ada beberapa wujud cinta dambaan istri :
1. Istri membutuhkan pujian, rangkulan dan tanda-tanda cinta romantis lainnya. Silahkan latih menjadi suami yang romantis disini.
2. Istri membutuhkan komunikasi mendalam dengan suami-nya (bertukar pikiran). Perempuan mempunyai kebutuhan komunikasi verbal yang lebih besar daripada pria. Riset yang dilakukan di New York atas pasangan usahawan dan usahawati menemukan bahwa istri-istri mempunyai kebutuhan bicara dengan suaminya rata-rata 45-60 menit setiap hari. Sedangkan para suami merasa cukup 15-20 menit setiap minggu.
3. Istri membutuhkan kehadiran dan pengorbanan suami pada saat saat khusus seperti kehamilan, kelahiran, sakit , dan haid.
4. Istri membutuhkan kasih yang terutama dan pertama dari semua hubungan keluarga. Suami jangan sampai lebih mengasihi ibunya daripada istri

3. MENJADI PAYUNG PELINDUNG
Suami yang baik tidak sekedar pencari nafkah dan memberi kebutuhan materi. Tapi yang terutama adalah bertanggung jawab memimpin keluarga untuk mengenal Tuhan. Suami menjadi pemimpin spiritual keluarga. Menjadi suami dan Ayah yang takut akan Tuhan, kunci dasar menjalankan fungsi suami lainnya. Suami dipanggil Memimpin keluarga beribadah. Ibadah adalah obat yang sangat manjur bagi kesehatan jiwa dan rohani keluarga. Mendekatkan hati satu dengan lainnya. Sebagai pelindung suami juga dipanggil menguduskan istri. Artinya suami tidak boleh lebih dulu menuntut istrinya menjadi seorang yang sempurna supaya bisa dikasihi. Tetapi berusaha membuat istrinya lebih indah dan lebih baik dengan cara memberikannya kasih, pengorbanan, dan pujian. Memberikan istri penghargaan yang layak di depan anak-anak dan orang lain. Apabila suami mengasihi istri dengan sungguh-sungguh, maka istrinya akan dengan senang hati melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang istri dan ibu. Para suami harus melindungi istrinya dari hal-hal yang dapat merusak hubungannya dengan istri. Suami menjadi semacam payung rohani yang melindungi istri dan segenap isi keluarga. Akhirnya, sebagai kepala rumah tangga dan pemimpin istri suami dipanggil memberi rasa aman. Seperti halnya otak bagi tubuh, suamilah pengendali keluarga. Implikasinya, jika ada masalah dalam keluarga suamilah yang paling bertanggung jawab. Suami tidak boleh menyalahkan atau mengambinghitamkan istri saat ada masalah keluarga. Sebaliknya dia berinisiatif mencari solusi bersama-sama.

PENUTUP
Salah satu tugas yang mulia sekaligus membutuhkan pengorbanan yang besar adalah menjadi suami. Jabatan kita sebagai guru atau manajer bisa digantikan orang lain, tetapi menjadi suami tidak. Begitulah istimewanya seorang suami. Mari kita terus belajar memenuhi fungsi kita sebagai suami.

Minggu, 01 September 2013

8 Hal yang Sebaiknya Tidak Anda Lakukan Sesaat Sebelum Menikah

Fakta dan Mitos - Menikah adalah impian setiap wanita. Diikat menjadi satu dengan pria yang dicintai pastilah kebahagiaan yang tidak terucapkan dengan kata-kata. Orangtua selalu bilang, saat menikah, kita akan jadi putri sehari. Semua mata tertuju pada kita dan pasangan, oleh sebab itu, butuh kondisi yang fit dan wajah yang cerah agar kita terlihat cantik saat di depan ratusan undangan.

Mungkin saat ini Anda adalah salah satu wanita yang akan menikah esok hari dan mungkin saat ini Anda sedang melakukan sesuatu yang dapat mengurangi kegugupan Anda.

Namun, tahukah Anda bahwa ada hal-hal yang sebaiknya tidak Anda lakukan sesaat sebelum menikah? Well…yuk intip sedikit tip-tip berikut agar Anda tidak meneruskan apapun yang Anda lakukan saat ini :

1. Sibuk Dengan Gadget Anda
Gadget mungkin satu-satunya benda mati yang menemani Anda saat ini. Mungkin Anda sedang mengirim pesan pada WO (Wedding Organizer) Anda untuk memastikan segala sesuatunya, atau sms-an dengan teman-teman terbaik Anda untuk curhat tentang rasa bahagia Anda, atau bahkan menghubungi kekasih Anda karenaover-excited? STOP IT!! Whatever you do right now with your gadget, stop it!Anda butuh istirahat karena stamina Anda dibutuhkan keesokan harinya supaya tidak kelihatan lelah dan lemas. Anda pasti tidak mau sang calon suami melihat Anda tidak segar ‘bukan?

2. Alkohol dan Caffeine
Minuman beralkohol dan berkafeinfor a few people maybe relaxing. But it’s a big no no for a bachelorette. Alkohol yang terlalu banyak, tentu saja bisa membuat Andahangover. Saathangover, Anda bisa tertidur sangat lelap dan lupa bangun pagi di hari pernikahan Anda keesokan harinya, sehingga Anda terlambat. Belum lagi wajah yang bengkak dan merah, akan mempersulit makeup wajah Anda. Caffeine berlebihan pun sama buruknya. Anda mungkin relax malamnya, tetapi bisa stres dan sangat mudah tersinggung keesokan harinya. So, if you wanna be normal on your wedding day, just drink water.

3. Perubahan Besar di Menit-menit Terakhir
Ini yang sangat sering dilakukan perempuan sesaat sebelum pernikahannya. Melakukan perubahan besar karena merasa rencana yang telah tersusun 1 bulan yang lalu kurang oke. Contohnya : mengubah daftar tempat duduk untuk meja-meja tertentu, atau mengubah rundown acara, dan lain-lain. Percayalah pada apa yang sudah Anda rencanakan sebelumnya, dan biarkan yang bekerja adalah wedding organizer Anda. Matikan lampu, tarik selimut Anda dan tidurlah dengan nyaman.

4. Mencabut Bulu Alis
Salah besar jika Anda berpikir efek dari mencabut bulu alis Anda akan hilang keesokan harinya. Merah dan kebal yang akan Anda rasakan keesokan harinya. Waktu terbaik mencabut alis adalah 3 hari sebelum hari pernikahan Anda. Anda bahkan dilarang untuk melakukannya 48 jam sebelum hari pernikahan Anda. lebih baik lagi jika dilakukan seorang profesional untuk mempercantik alis Anda.

5. Mengganti Jenis Perawatan Kulit
Jangan mangganti jenis perawatan kulit Anda. Jika ingin mengganti jenis perawatan kulit, Anda bisa melakukannya 6 bulan sebelum menikah. Hal ini bahkan tidak disarankan 2 minggu sebelum perawatan wajah Anda. Jika chemical peel atau microdermabasion sudah dalam planning Anda, then stick to it. Perawatan ini juga harus dilakukan 2 minggu sebelum Anda menikah. Jika Anda tidak percaya diri dengan kondisi kulit wajah Anda, maka disitulah gunanya Anda meng-hire seorang makeup artist. Kita tidak pernah tahu reaksi apa yang ditimbulkan oleh wajah kita jika memakai produk-produk perawatan kulit yang baru. Maka sebaiknya Anda tidak coba-coba, apalagi sebelum pernikahan Anda berlansung.

6. Melupakan Buah dan Sayuran
Jangan lupakan buah-buahan dan sayuran karena kandungan didalamnya bisa mengurangi stres yang Anda rasakan di hari pernikahan Anda. Hal terakhir yang tidak ingin dilihat semua undangan adalah pengantin yang tidak bugar, panik dan suka marah-marah. Jika Anda ingin praktis, buah dan sayur bisa dicampur menjadi satu dan dijadikan jus atausmoothie. Delicious, healthy and fresh!

7. Tanned Skin
Ketika Anda punya niat melakukan hal ini agar kulit terlihat eksotis, atau seksi dan sebagainya, sebaiknya jangan, terutama bagi Anda yang belum pernah mencobanya. Resiko terburuk adalah warna kulit Anda bisa jadi sangat gelap atau bahkan oranye di hari pernikahan Anda. Do you want it?

8. Merubah Warna Rambut
Ini juga sering terjadi. Wanita sering tergoda untuk melakukan perubahan pada rambutnya, padahal tata rias rambut dan wajah sudah terencana sebulan yang lalu. Perubahan mendadak akan menghancurkan semua rencana tersebut dan Anda sendiri yang akan kerepotan. Tahan dulu rencana Anda sampai sesudah pernikahan. Suami Anda akan tetap mencintai Anda apa adanya sekalipun tidak ada perubahan pada rambut Anda.

Wedding Day should be beautiful, not disasters. Jadi, jika ada hal-hal di atas yang memang ingin Anda lakukan, pikirkan waktunya dan tanyakan pada profesional yang bekerja bersama Anda. So, mengikuti rencana yang sudah tersusun rapi dan mengikuti saran sekitar Anda adalah yang terbaik.

Sabtu, 17 Agustus 2013

7 Hal yang Mengancam Pernikahan Anda

Fakta dan Mitos - Anda mungkin sudah tahu bahwa masalah keuangan, mertua yang ikut campur, atau adanya orang ketiga berpotensi menghancurkan rumah tangga. Tapi di luar hal-hal ekstrem itu, ternyata banyak hal kecil dalam pernikahan yang justru bisa lebih berbahaya :

1. Komunikasi digital
Mengirim SMS, BBM, WhatsApp, atau bahkan email, memang lebih cepat dan praktis dibanding menelepon atau bertemu langsung. Apalagi jika Anda berdua sama-sama sibuk. Namun penelitian yang dilakukan Oxford University menemukan bahwa semakin sering pasangan berkomunikasi secara digital, semakin mereka tak puas dengan pernikahannya. Jenev Caddell, PsyD, ahli psikologi pernikahan, mengatakan bahwa teknologi memperlancar komunikasi, tapi tidak memuaskan secara emosi. Untuk mengatasinya, pastikan bahwa komunikasi digital dilakukan hanya untuk hal-hal rutin saja. Sedangkan untuk hal-hal penting, tetap bicarakan secara tatap muka. Simpan hal-hal menarik yang ingin Anda ceritakan untuk sesi khusus obrolan santai di akhir hari.

2. Hobi nonton film romantis
Banyak wanita senang nonton film romantis. Tapi hati-hati, jangan anggap serius film-film tersebut, karena riset menunjukkan bahwa pasangan yang percaya pada romansa ala film biasanya jadi tidak sepenuh hati menjalankan hubungan asmaranya sendiri. Dalam film, meski cobaan dan kesedihan melanda, selalu ada akhir yang bahagia dan mengejutkan. Tentu saja hal ini tidak terjadi di dunia nyata. Tidak semua lelaki bisa berlaku seperti pangeran impian, dan tidak semua pernikahan berjalan layaknya di film romantis. Gunakanlah film-film ini sebagai inspirasi bagi pernikahan Anda, tapi selalu ingat bahwa film hanya karya fiksi.

3. Kurang tidur
Riset yang dilakukan UC Berkeley menemukan bahwa sebagian besar pasangan bertengkar hebat dalam kondisi kurang tidur. "Jika Anda kurang tidur, konsentrasi akan menurun dan Anda tak bisa berpikir jernih," ujar Leslie Becker-Phelps, PhD, psikolog dan relationship expert untuk WebMD. Jadi lain kali, jika Anda sedang beradu mulut dengan suami, coba ajak dia baik-baik untuk membicarakan masalah ini besok pagi setelah terbangun dari tidur nyenyak.

4. Tak pernah bertengkar
Karena Anda tak pernah berantem dengan suami, bukan berarti semua baik-baik saja. "Yang juga tak pernah bertengkar adalah pasangan yang tak jujur kepada satu sama lain," ujar Dr. Becker-Phelps. Bertengkar sesekali, menurut penelitian Universitas Michigan, justru baik untuk kesehatan. Karena jika ada masalah dan hanya dipendam saja, hormon stres akan meningkat tajam dan memicu penyakit fisik. Namun bukan berarti Anda harus membesar-besarkan hal kecil dan membuatnya jadi pertengkaran. Cukup saling jujur dan terbuka saja, bicarakan semua hal yang mengganggu pikiran Anda. Jika Anda kurang suka dengan kebiasannya melempar baju kotor sembarangan, alih-alih dipendam bertahun-tahun hingga akhirnya meledak jadi pemicu pertengkaran saat Anda sedang sensitif, lebih baik bilang baik-baik pada suami. Katakan bahwa Anda mencintainya, namun Anda akan lebih bahagia jika ia menyimpan baju kotornya di keranjang yang sudah disediakan.

5. Masalah rumah tangga teman
Penelitian menunjukkan bahwa perceraian cenderung mewabah dalam lingkaran sosial, keluarga, bahkan tempat kerja. Jika suami teman Anda ketahuan berselingkuh, tanpa disadari Anda akan mulai bertanya-tanya apakah hal yang sama mungkin terjadi pada suami Anda. Terlebih jika Anda memiliki sejumlah teman yang bercerai, karena ini membuat Anda berpikir pada perceraian adalah salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan. Bukan berarti Anda harus meninggalkan teman yang rumah tangganya bermasalah. Tentu saja tidak. Cukup tingkatkan kesadaran diri bahwa pernikahan setiap orang berbeda-beda, karena terdiri dari dua orang yang memiliki nilai moral dan kepribadian yang berbeda pula. Apa yang terjadi pada rumah tangga sahabat Anda tak bisa dibandingkan dengan rumah tangga Anda.

6. Melupakan kencan
Banyak pasangan setelah menikah, apalagi punya anak, berhenti meluangkan waktu untuk kencan berdua saja. Padahal berkencan sangat penting untuk menghangatkan hubungan, untuk beristirahat sejenak dari berbagai kewajiban rumah tangga, mengurus rumah, mengurus anak, dan sebagainya, dan mengingatkan diri bahwa pernikahan bukan sekadar "pekerjaan", tapi komitmen yang didasari rasa cinta. Tak perlu merencanakan liburan atau bulan madu kedua ke tempat yang jauh-jauh. Berkencan sebaiknya malah dilakukan sering dan rutin, misalnya setiap malam minggu, persis seperti waktu Anda masih berpacaran.

7. Terlalu banyak minta maaf
Jika Anda memang melakukan kesalahan, minta maaf memang sudah sewajarnya. Yang berbahaya adalah jika Anda atau suami adalah tipe yang meminta maaf hanya supaya pertengkaran berakhir. Padahal bisa jadi pihak yang meminta maaf tersebut tidak tahu kesalahan apa yang dia lakukan, atau bahkan tahu tapi tidak mengerti kenapa itu jadi kesalahan di mata pasangannya. Yang lebih berbahaya adalah jika Anda atau pasangan gemar meminta maaf hanya karena malas bertengkar, tapi dalam hati memendam kesal. Yang terbaik adalah selalu memberi tahu pasangan apa yang Anda rasakan. Jika Anda senang melakukan A, tapi dia tak suka, jangan langsung meminta maaf dan memendam kecewa. Bicarakan pada pasangan kenapa Anda senang melakukan A, dan minta dia untuk mengerti, atau setidaknya cari jalan tengah yang sama-sama menguntungkan.

Rabu, 07 Agustus 2013

3 Hal Penting yang Berkaitan dengan Boleh Tidaknya Seorang Istri Menafkahkan atau Menginfakkan Hartanya Tanpa Sepengetahuan Suami

Fakta dan Mitos - Hal penting yang berkaitan dengan boleh tidaknya seorang istri menafkahkan atau menginfakkan hartanya tanpa sepengetahuan suami berkaitan dengan definisi harta yang dimaksud :

1. Harta nafkah dari suami
Apabila harta yang dinafkahkan adalah nafkah suami untuk istri, maka istri boleh menafkahkan kepada keluarga atau orang lain karena nafkah suami yang diterima oleh istri adalah miliknya pribadi. Seperti yang terdapat dalam Al Quran, " Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan, " (QS An Nisaa: 4). Mahar adalah nafkah pertama dari suami untuk istri. Penggunaannya mutlak ada di tangan istri. Apabila mahar tersebut akan disedekahkan atau dinafkahkan kepada orang lain, seorang istri tidak perlu meminta izin suami.

2. Harta keluarga tanggung jawab istri
Apabila harta yang dinafkahkan adalah harta tanggung jawab istri seperti uang bulanan yang seharusnya digunakan untuk keperluan rumah tangga, maka istri harus meminta izin kepada suami. Uang rumah tangga bulanan adalah harta suami. Seperti pada hadis, diriwayatkan oleh Abu Daud dari Abdullah bin ‘Amru bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak boleh seorang istri memberikan suatu pemberian kecuali dengan seizin suaminya. " Imam Nawawi mengatakan bahwa "Seorang istri tidak berhak menyedekahkan harta suami tanpa seizinnya demikian pula pembantu. Jika mereka berdua melakukan hal demikian, maka mereka berdua telah berdosa. " (Sharah Shahih Muslim).

3. Harta istri
Apabila harta yang dinafkahkan kepada ibu atau orang lain adalah harta dari jerih payah sendiri seperti gaji, maka istri tidak perlu meminta izin kepada suami. Allah SWT berfirman, " Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, " (QS An Nisaa: 29).

Dengan demikian, seorang istri boleh menafkahkan harta pribadinya tanpa sepengetahuan suaminya. Namun, dari keterangan-keterangan tersebut, akan lebih baik apabila suami dan istri saling terbuka tentang harta yang mereka nafkahkan. Ini berkaitan dengan keharmonisan dan ketenteraman keluarga yang menjadi salah satu tujuan pernikahan.

Seperti dalam ayat, " Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir, " (QS Ar Rum: 21).

Selasa, 07 Mei 2013

Tips Agar Pose Pernikahan Anda Terlihat Bagus

Seruu.com - Semua orang pasti menginginkan pernikahan menjadi momen seumur hidup sekali. Nah, mka dari itu jangan sia- siakan pernikahan Anda terlewatkan begitu saja. Buatlah sesuatu yang bisa membuat Anda selalu mengenang salah satunya dengan mengambil foto.

Berikut cara memanfaatkan momen berfoto agar terlihat baik dan menarik :

1. Untuk foto potret
Setiap pengantin pasti aka merasa sedikit gugup saat mengambil foto mereka sendirian. Untuk foto sendirian, sebaiknya Anda melakukan beberapa tips berikut ini :

1. Jangan berdiri terlalu kaku
Jangan berdiri kaku dan lurus. Anda bisa minta tolong untuk mengambil foto dengan posisi miring yang membuat Anda terlihat lebih oke. Selalu ingat untuk mengambil napas dalam-dalam, miringkan dagu, dan menatap ke atas.

2. Mengajak teman
Anda bisa mengajak teman untuk menemani Anda berfoto. Akan sangat membantu jika teman Anda bisa memberikan lelucon yang membantu membuat Anda tidak merasa tegang. Tawa yang dibuat oleh lelucon teman juga lebih terlihat natural. Tak ada yang lebih cantik dari tawa natural dan tulus.

3. Pegang bunga dengan satu tangan
Memegang bunga dengan dua tangan mungkin sudah terlalu banyak dilakukan. Cobalah untuk membawa bunga hanya dengan satu tangan, lalu biarkan tangan lainnya terlihat santai. Dengan begini Anda terlihat lebih santai dan tidak tegang.

4. Tak masalah merasa gugup
Semua pengantin pasti gugup di hari pernikahan mereka. Mengambil gambar pengantin yang tengah merasa gugup ketika berbicara dengan ibu mereka, atau melihat pengantin gugup sambil menatap ke luar jendela tentu bisa menjadi foto yang menarik.

2. Untuk foto pengantin berdua
Semua pasangan pasti ingin foto berdua mereka terlihat romantis, manis, dan bisa dikenang, namun tidak berlebihan. Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk membuat foto pernikahan layak dikenang :

1. Minta waktu sendirian
Berpose berdua di depan kamera bisa membuat canggung. Ada baiknya meminta fotografer melakukan 'candid' ketika Anda dan pasangan tengah berduaan atau bercanda. Ini akan membuat foto terlihat natural dan sangat manis, dan unik seolah pengantin tengah dikuntit oleh paparazzi.

2. Berjalan berdua
Jangan hanya berpose dalam diam. Anda bisa minta difoto ketika tengah berjalan berdua. Gerakan dari rambut, gaun yang melambai, serta tangan yang bergandengan bisa memberikan energi dalam foto tersebut.

3. Gunakan properti
Jika berada di tempat yang keren dan memiliki properti bagus, Anda bisa menggunakannya untuk berfoto. Misalkan gunakan pemandangan indah yang ada, gunakan patung atau hal yang ada di tempat itu. Jika pernikahan Anda dilakukan di dekat danau, tak ada salahnya berfoto di atas perahu. Unik, dan keren!