Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Tumbuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tumbuhan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 September 2013

7 Fakta Antara Pertanian Organik dan Konvensional

Fakta dan Mitos - Pertanian organik merupakan pilihan pertanian masa depan yang berpedoman pada siklus alam, menyesuaikan diri dengan alam dan mengikuti hukum-hukum alam.

Pertanian organik menawarkan sistem pertanian masa depan yang aman, ramah lingkungan dan berkelanjutan hingga jangka panjang.

Salah satu kendala dalam pengembangan dan penerapan Pertanian organik di Indonesia adalah masih rendahnya kesadaran dan pengetahuan produsen dan konsumen terhadap bahaya dan resiko produk-produk pertanian konvensional yang berbasis Agro-chemical yang lebih mengutamakan penggunaan bahan kimia sintetis dan pengaruhnya terhadap kualitas air, tanah, udara dan lingkungan

Dibawah ini adalah 7 fakta pertanian organik dan pertanian konvensional :

@ Pertanian Organik :

1. Ketahanan pangan jangka panjang berkelanjutan dan kemandirian.
2. Keseimbangan dan kestabilan ekosistem lebih diutamakan.
3. Membuat kehidupan petani dan konsumen lebih sehat dan ekonomis.
4. Harmonis dengan mengikuti cara alami yaitu memanfaatkan ekosistem dan tanaman alami.
5. Keuntungan yang maksimal bukan tujuan utama.
6. Input dari luar rendah dan meminimalkan ongkos produksi dengan memanfaatkan sampah dan bahan yang sudah tersedia di alam.
7. Menekan polusi dengan penggunaan kompos karena kompos dapat menyimpan sejumlah besar karbon di dalam tanah.

Pertanian Konvensional :

1. Ketahanan pangan jangka pendek dan ketergantungan pada import.
2. Produktivitas lebih diutamakan.
3. Petani dan konsumen terjebak pada konsumsi pangan yang tercemar dan obat-obatan yang mahal.
4. Egois dengan cara-cara artifisial (sintetis) dan mementingkan rekayasa teknologi.
5. Keuntungan yang maksimal adalah segalanya dengan cara-cara yang instan.
6. Input dari luar tinggi sehingga ongkos produksi menjadi mahal.
7. Polusi yang dihasilkan dari penggunaan pupuk kimia secara eksesif telah mengakibatkan pemanasan global dan pencemaran udara setara 2 milyar ton CO2.

Semoga bermanfaat

Rabu, 18 September 2013

10 Jenis Bunga Busuk atau Bunga Bangkai di Dunia

Fakta dan Mitos - Mungkin kamu menikmati bunga karena warna mereka, bentuk dan aroma. Mereka dimaksudkan untuk menarik lebah dan kupu-kupu, tetapi beberapa tanaman menarik lalat dan kumbang bangkai.

Untuk menggoda serangga, beberapa bunga memancarkan bau mirip daging busuk. Ada beberapa jenis bunga busuk atau bunga bangkai :

1. Rafflesia Arnoldii
Rafflesia adalah bunga merah yang gemuk dan ditemukan di Kalimantan dan Sumatera, tumbuh secara parasit pada akar pohon di hutan tropis. Ini sangat besar, berukuran hingga tiga meter. Tunas membutuhkan beberapa bulan untuk berkembang menjadi bunga dan bunga-bunga hanya berlangsung beberapa hari. Mereka adalah salah satu dari beberapa jenis Rafflesia, semua diserbuki oleh lalat.

2. Pawpaw
Pohon-pohon understory kecil adalah tumbuhan asli Amerika Utara bagian timur. Tumbuhan ini diserbuki oleh lalat dan kumbang, dan bunga-bunga yang besar dan murung purply-merah.

3. Stapelia Gigantea
Ini tumbuhan asli Afrika yang menghasilkan bunga berbentuk bintang berbulu berwarna kuning yang menarik ditambah dengan urat berwarna merah berbau seperti daging yang membusuk. Kadang-kadang disebut tanaman kodok.

4. Mexican Calabash atau Jicaro
Pohon ini berasal dari Amerika Tengah yang menghasilkan bunga terompet busuk yang terbentuk pada cabang dan batang. Cangkang keras kadang -kadang digunakan untuk membuat perhiasan dan mangkuk.

5. Amorphophallus Titanum
Nama tanaman ini berarti "giant misshapen phallus" dalam bahasa Yunani. Ini ditemukan di hutan hujan di Sumatera, bersama dengan Rafflesia tersebut. Bunga di tumbuhan ini bisa mencapai 10 meter dan diserbuki oleh kumbang dan lalat.

6. Birthwort
Tumbuhan ini merambat dan memiliki daun berbentuk hati dan bunga tubular beracun. Ini ditemukan di Eropa dan digunakan di dunia medis untuk wanita hamil sampai ditemukan bahwa tanaman menyebabkan gagal ginjal.

7. Western Skunk Cabbage
Ini tanaman odiferous, nama untuk aroma skunkynya, ditemukan di sepanjang Streambanks di Northwest Pacific, mulai sejauh utara Alaska dan selatan sejauh Santa Cruz. Bunga-bunga terlihat sedikit seperti kuning cerah calla lili.

8. Stinkhorn Mushrooms
Tanaman ini termasuk keluarga jamur bau seperti daging yang membusuk dan kotoran yang menangkap lalat yang bersemangat. Lalat membantu spora menyebar sehingga jamur dapat mereproduksi.

9. Stink Lily
The Dracunculus vulgaris, juga dikenal sebagai lily, berasal dari Yunani dan daerah sekitarnya. Bunga-bunga ini berwarna ungu gelap dan berbau seperti daging. Ini ditanam sebagai tanaman hias di Amerika Utara.

10. Dead Horse Arum Lily
Tanaman ini berasal dari Mediterania dan diserbuki oleh lalat. Bunga-bunga berwarna bistik juga menghasilkan panas, lalat lanjut menipu untuk berpikir bahwa mereka sedang mendarat pada daging yang membusuk lezat.

Rabu, 21 Agustus 2013

3 Manfaat dari Tanaman Tribulus Terrestris

Fakta dan Mitos - Tribulus terrestris adalah tanaman berbunga dalam keluarga Zygophyllaceae, berasal dari daerah hangat maupun daerah beriklim tropis di Eropa selatan, Asia selatan, di seluruh Afrika, dan Australia.
Tanaman ini dapat berkembang bahkan di iklim gurun dan tanah yang memiliki kondisi kesuburan yang buruk. Tribulus terrestris merupakan tanaman herbal yang tumbuh sekali dalam setahun yaitu pada musim panas di daerah beriklim dingin.
Di Eropa, tanaman yang juga dikenal dengan nama ‘Puncture Vine‘ atau Caltropini telah digunakan sebagai herbal stimulan untuk meningkatkan libido (kemampuan seksual) pria dan wanita sejak berabad-abad lampau. Selain itu, tanaman ini juga digunakan dalam pengobatan hati, ginjal, serta penyakit saluran pencernaan.
Lily M. Perry, melalui bukunya yang berjudul ‘Medicinal Plants of East and Southeast Asia‘, mengatakan tribulus dapat digunakan sebagai astringen,aprodisiaka, diuretika, tonika, sertahemostatika. Sementara G.S. Stuart MD, penulis buku ‘Chinese Materia Medica Vegetable Kingdom‘, menyebutkan tanaman yang juga dikenal dengan sebutan Chi-li/Jili ini dapat digunakan sebagai penambah sperma pria serta untuk gangguan ginjal.
Tribulus merupakan tumbuhan tropis, tumbuh dan berkembang di dataran rendah sepanjang tahun (sepanjang musim) sebagai tanaman gulma atau tumbuhan liar yang tumbuh setinggi 10-50 cm, dengan daun bertolak belakang berisi 5-8 pasangan dedaunan bulat panjang sepanjang 1 cm dengan lebar 6 mm, dengan bungan kuning yang tumbuh dari putik pendek dan kapsul melingkar keras dengan 3 sekam berisi benih. Tanaman ini mempunyai kemampuan untuk tumbuh pada tanah tandus, kering, berpasir, hingga berbatu.
Tanaman yang berkembang biak melalui biji ini tumbuh menjalar, terdiri dari banyak cabang dengan daun kecil-kecil yang berpasangan. Batangnya menjalar dan beruas, rata-rata mencapai panjang 1,5 m. Studi tentang Tribullus Terrestris Tribulus dapat membantu problem seksual karena memiliki komponen yang disebut protodioscin. Zat ini oleh tubuh manusia akan diubah menjadi hormon dehidroepiandosteron atau DHEA, yang merupakan stimulan untuk memproduksi hormon testosteron dan estrogen. Singkatnya, tribulus merangsang tubuh untuk membentuk hormon testosteron dan estrogen.
Penelitian di laboratorium dengan menggunakan tikus putih telah membuktikan bahwa pergerakan sperma tikus menjadi lebih aktif setelah diberikan tribulus. Selain itu, konsentrasi sperma juga meningkat.
Tanaman ini kini telah diekstrak dan dikemas dalam bentuk suplemen sehingga lebih mudah dikonsumsi untuk mendapatkan manfaat sehatnya. Tribulus terrestris kian mendapat tempat di hari masyarakat dunia karena memiliki manfaat yang cukup beragam bagi kesehatan. Manfaat yang bisa didapatkan dari Tribulus terrestris adalah :
1. Meningkatkan Hormon Testosteron
Tribulus terrestris dapat meningkatkan produksi hormon testosteron secara alami. Hormon testosteron merupakan hormon yang berperan penting dalam proses pembentukan otot. Terutama bagi Anda yang berlatih intens. Secara khusus, Tribulus Terrestris bukanlah prekursor dari testosteron. Namun tanaman herbal ini bertugas merangsang tubuh untuk tetap memproduksi hormon testosteron.
2. Meningkatkan Gairah seksual
Keharmonisan rumah tangga biasanya dipengaruhi oleh gairah seksual yang tetap terjaga dari tiap pasangan. Nah, Tribulus Terrestris merupakan satu dari sekian banyak cara ampuh untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, yakni meningkatkan gairah seksual. Bahan kimia aktif dalam Tribulus terrestris disinyalir sebagai protodioscin (PTN), sejenis DHEA. Dalam sebuah penelitian, Tribulus terbukti meningkatkan aktivitas ereksi yang lebih baik dan dapat meningkatkan Luteinizing Hormon(LH), yakni hormon yang mengendalikan gairah seksual dan tingkat kesuburan seseorang.
3. Pereda Stres
Dalam pengobatan tradisional Cina, Tribulus terrestris dikenal dengan nama bai ji li dan telah banyak digunakan sebagai bahan herbal yang memiliki manfaat kesehatan. Selain di Cina, Tribulus terrestris telah lama dikenal dan digunakan sebagai tonik di India, untuk diambil efek diuretiknya yang efektif sebagai penenang dan meredakan stres.
Jika Anda memiliki riwayat medis tertentu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui apakah suplementasi Tribulus terrestris aman bagi kesehatan Anda.

Jumat, 10 Mei 2013

6 Tips untuk Memilih Tanaman Hias yang Baik

Reko Blog's - Memilih tanaman hias untuk halaman rumah sangatlah mudah. Keberadaan tumbuh-tumbuhan merupakan sisi yang tidak bisa dipisahkan dari suasana kehidupan di halaman. Selain akan mempercantik desain rumah, pemilihan tanaman yang tepat juga bisa memberikan kesan istimewa sebuah rumah.
Apabila Anda merasa kesulitan dalam menentukan tanaman apa saja yang akan dimunculkan dalam area halaman. Cobalah untuk memulainya dengan memilih tanaman favorit Anda. Bisa berupa daun-daun, pohon buah atau bunga berwarna indah. Ada sejumlah tips dalam menciptakan seni di halaman rumah.
Berikut ini 6 tips selengkapnya untuk Anda :
1. Pilih Tanaman Tahan Panas
Suhu udara di luar ruangan kerap membuat tanaman yang kita idamkan tidak tumbuh dengan semestinya. Misalnya daun yang sering rontok ataupun bunga yang cepat gugur. Solusinya adalah dengan memilih jenis tumbuhan yang tahan dengan udara panas di Indonesia. Ada beberapa tips dalam mengenali tanaman hias yang tahan panas :
*Mulailah dengan memperhatikan ketebalan daun. Semakin tebal daun maka akan semakin tahan terik matahari.
*Kemudian dengan meraba permukaan daun. Apabila terasa seperti ada lapisan minyak mengkilap, artinya tahan panas.
*Bisa juga dengan melalui ada tidaknya bulu dan duri yang tumbuh di rantingnya serta ukuran bunga yang kecil.
2. Tanam di Dalam Pot
Ketika Anda ingin membuat sebuah halaman di tanah yang sempit, cobalah untuk menanam pepohonan di dalam beberapa pot. Kelebihan penggunaan media pot daripada langsung ditanam di tanah adalah praktis, mudah dipindahkan, mudah merawatnya, dan halaman menjadi rapi. Selain itu penggunaan pot juga agar halaman tidak terlalu rimbun dan terbebas dari kesan kumuh.
3. Tanaman Hias Indoor
Belakangan ini muncul gaya rumah dengan halaman yang ada di dalam ruangan. Anda bisa menerapkannya dengan memilih tumbuh-tumbuhan yang bisa hidup di suhu ruangan dan tahan dengan tingkat kelembaban yang rendah. Ada dua jenis tanaman yang bisa dinikmati di dalam ruangan yaitu jenis tanaman berbunga dan jenis tanaman berdaun. Sebagai contoh tanaman berbunga adalah anggrek, mawar, dan lain-lain. Sedangkan untuk tanaman berdaun adalah gelombang cinta, lidah mertua, sanseviera, dan sebagainya. Jenis tanaman ini dipilih karena mempunyai corak dan warna daun yang cantik. Selain sebagai trend mode desain rumah terbaru, penempatan tanaman-tanaman hias di dalam rumah ini berguna sebagai pembatas dan menghidupkan suasana di dalam rumah.
4. Mudah Dirawat
Tidak mau kan rumah Anda terlihat berantakan karena tumbuhan yang hidup secara liar? Karena itu sangat dianjurkan untuk memilih tanaman yang mudah dirawat. Selain Anda tidak perlu repot-repot selalu membersihkan halaman, keindahan halaman rumah pun akan terjaga lebih lama. Dracaena, sanseviera, philodendron adalah contoh tanaman yang masuk ke dalam kriteria ini.
5. Berdaun Kecil
Tanaman berdaun kecil sangat cocok untuk menghasilkan halaman rumah berseni. Anda bisa memangkasnya menjadi bentuk tertentu sehingga didapatkan harmonisasi dengan ruangan sekitar. Anda juga bisa memilih daun berwarna selain hijau untuk menimbulkan kesan yang unik. Sebagai contoh tanaman dengan daun kecil adalah jenis pohon teh.
6. Sumber Oksigen
Jangan lupa untuk memperhatikan fungsi utama sebuah halaman adalah sebagai sumber udara segar dan menjaga sirkulasi oksigen di sekitarnya. Pilihlah pepohonan yang bisa memproduksi oksigen dalam jumlah banyak. Ciri-cirinya adalah berwarna hijau segar serta menyukai sinar matahari.

Sabtu, 20 April 2013

4 Jenis Tumbuhan dan Jamur yang Memiliki Bentuk Seperti Penis

KOMPAS.com - Dunia tumbuhan dan jamur begitu beragam. Beberapa tumbuhan hadir dalam bentuk dan warna indah, sementara beberapa yang lain hadir dalam wujud tak biasa.

Di antara beragam tumbuhan dan jamur yang tak biasa bentuknya, ada beberapa yang berbentuk seperti kelamin laki-laki. Tentu, ini dilihat dari sudut pandang manusia. Manusia mungkin akan menganggap tumbuhan itu sebagai yang paling erotis.

Setidaknya, ada empat jenis tumbuhan dan jamur yang memiliki bentuk serupa penis. Tumbuhan dan jamur itu adalah sebagai berikut :

1. Stinkhorn (Phallus impudicus)
Spesies ini tergolong jamur. Memiliki habitat asli di Eropa dan Amerika Utara, spesies ini telah diketahui keberadaannya sejak berabad lalu. Dalam buku General Histoire of Plants tahun 1597, pakar botani, John Gerard, menyebut spesies ini "pricle mushroom". Meski berbentuk aneh, ternyata ada orang Perancis dan Jerman yang memakannya. Penelitian G Kusnecov yang dipublikasikan di jurnal The Breast bahkan menyatakan bahwa jamur ini bisa mencegah terjadinya pembekuan darah yang bisa menyebabkan kematian pada penderita kanker payudara.

2. Kaktus Penis (Echinopsis lageniformi)
Kaktus ini sebenarnya merupakan variasi dari kaktus Bolivia. Tanaman ini bisa tumbuh hingga ketinggian 5-8 meter dengan diameter 15-20 cm. Tanamam ini memiliki warna hijau cerah seperti umumnya kaktus.

3. Cabai Peter (Capsicum annuum var. annuum)
Cabai ini dipopulerkan oleh Frank X Tolbert dalam acara Dallas Morning Show. Jenis cabai ini tumbuh di wilayah timur Texas dan Meksiko. Ukuran cabai ini mencapai 7-12 cm dengan diameter hingga lebih dari 3 cm ketika matang.

4. Golongan Amorpophallus
Dari namanya saja, ada kata "phallus" yang berarti penis. Salah satu golongan ini adalah bunga bangkai Amorpophallus titanum. Namun, bukan jenis tersebut yang bentuknya paling mirip dengan penis. Spesies yang paling mirip bentuknya dengan penis adalah Amorphophallus paeoniifolius.