Cari Blog Ini

Rabu, 04 September 2013

3 Posisi dan Fungsi Suami dalam Sebuah Perkawinan

Fakta dan Mitos - Tidak ada seorang suami dan sekaligus ayah yang berhasil tanpa dukungan istri. Demikian sebaliknya, tidak ada istri dan sekaligus ibu yang sukses tanpa pengayoman suaminya.

Kali ini penulis secara khusus menyoroti peranan suami sebagai pembela alias advokat istri. Dalam masyarakat paternalistik Suami tidak banyak terlibat dalam pengasuhan anak.

Bagaimana sesungguhnya posisi dan fungsi utama suami dalam perkawinan ?

1. PANGGILAN SUAMI
Meski Pada dasarnya posisi pria dan wanita sama alias setara. Hanya berbeda dalam fungsi. Jika pasutri bisa saling menghargai dan melengkapi akan sangat membantu proses pertumbuhan pernikahan. Secara khusus peran yang Tuhan berikan berikan pada suami istimewa, yakni Sebagai kepala keluarga. Suami dipanggil untuk mengasihi istri. Melayani istri dengan menyediakan segala kepuasan istri.
Seperti : melindungi, mendampinginya, dan berkorban bagi istri dalam segala hal.
Memimpin istri dengan otoritas yang kuat, punya dominasi tapi tidak otoriter. Salah satu panggilan utama para suami adalah menjadi advokat atau pembela istri. Suami dipanggil Membela istri dari serangan dan tekanan orang lain. Bisa datang dari mertua, anak atau lainnya. Di rumah sehari-hari sang Ibu tak jarang konflik dengan anak-anak. Anak menyerang ibunya dengan kata dan sikap yang kasar. Disinilah Sang Ayah sebagai suami terpanggil menengahi hingga membela sang istri. Bukan sebaliknya menyerang, menyalahkan atau menekan. Disinilah suami perlu belajar seni membela istri tanpa menyakit hati anak. Tetap bersikap objektif dan adil. Sebab di sisi lain Firman berkata, “Hai Ayah-Ayah, jangan sakiti hati anakmu” Membela Istri di depan anak sangatlah penting dan sehat bagi pertumbuhan perkawinan. Jika kita membela istri di depan anak, istri bukan saja merasa dicintai, tetapi sekaligus mengajarkan anak laki betapa pentingnya mereka kelak membela istri mereka. Termasuk membela dan melindungi dari serangan orang lain. Jika istri dibela, dia merasa dicintai. Jika dia merasa dicintai dia akan bersemangat melakukan banyak hal baik sebagai istri maupun menjadi Ibu bagi anak-anak. Jika istri seorang wanita karir, maka ia akan produktif dalam bekerja. Membawa kebahagiaan rumah ke kantor, dan membawa kepuasaan kantor ke rumah.

2. WUJUD PEMBELAAN DAN CINTA SUAMI
Kualitas cinta suami dinyatakan dengan jalan pengorbanan. Kasih seperti ini lebih dari sekedar daya tarik seksual. Kasih ini melibatkan lebih banyak emosi yang mendalam. Kasih yang aktif, bukan pasif. Kasih yang kreatif bukan manipulatif. Kasih yang selalu peduli terhadap kebutuhan istri. Kasih yang selalu ingin melindungi istri dari rasa tidak aman dan rasa tidak berdaya. ada beberapa wujud cinta dambaan istri :
1. Istri membutuhkan pujian, rangkulan dan tanda-tanda cinta romantis lainnya. Silahkan latih menjadi suami yang romantis disini.
2. Istri membutuhkan komunikasi mendalam dengan suami-nya (bertukar pikiran). Perempuan mempunyai kebutuhan komunikasi verbal yang lebih besar daripada pria. Riset yang dilakukan di New York atas pasangan usahawan dan usahawati menemukan bahwa istri-istri mempunyai kebutuhan bicara dengan suaminya rata-rata 45-60 menit setiap hari. Sedangkan para suami merasa cukup 15-20 menit setiap minggu.
3. Istri membutuhkan kehadiran dan pengorbanan suami pada saat saat khusus seperti kehamilan, kelahiran, sakit , dan haid.
4. Istri membutuhkan kasih yang terutama dan pertama dari semua hubungan keluarga. Suami jangan sampai lebih mengasihi ibunya daripada istri

3. MENJADI PAYUNG PELINDUNG
Suami yang baik tidak sekedar pencari nafkah dan memberi kebutuhan materi. Tapi yang terutama adalah bertanggung jawab memimpin keluarga untuk mengenal Tuhan. Suami menjadi pemimpin spiritual keluarga. Menjadi suami dan Ayah yang takut akan Tuhan, kunci dasar menjalankan fungsi suami lainnya. Suami dipanggil Memimpin keluarga beribadah. Ibadah adalah obat yang sangat manjur bagi kesehatan jiwa dan rohani keluarga. Mendekatkan hati satu dengan lainnya. Sebagai pelindung suami juga dipanggil menguduskan istri. Artinya suami tidak boleh lebih dulu menuntut istrinya menjadi seorang yang sempurna supaya bisa dikasihi. Tetapi berusaha membuat istrinya lebih indah dan lebih baik dengan cara memberikannya kasih, pengorbanan, dan pujian. Memberikan istri penghargaan yang layak di depan anak-anak dan orang lain. Apabila suami mengasihi istri dengan sungguh-sungguh, maka istrinya akan dengan senang hati melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang istri dan ibu. Para suami harus melindungi istrinya dari hal-hal yang dapat merusak hubungannya dengan istri. Suami menjadi semacam payung rohani yang melindungi istri dan segenap isi keluarga. Akhirnya, sebagai kepala rumah tangga dan pemimpin istri suami dipanggil memberi rasa aman. Seperti halnya otak bagi tubuh, suamilah pengendali keluarga. Implikasinya, jika ada masalah dalam keluarga suamilah yang paling bertanggung jawab. Suami tidak boleh menyalahkan atau mengambinghitamkan istri saat ada masalah keluarga. Sebaliknya dia berinisiatif mencari solusi bersama-sama.

PENUTUP
Salah satu tugas yang mulia sekaligus membutuhkan pengorbanan yang besar adalah menjadi suami. Jabatan kita sebagai guru atau manajer bisa digantikan orang lain, tetapi menjadi suami tidak. Begitulah istimewanya seorang suami. Mari kita terus belajar memenuhi fungsi kita sebagai suami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar