Fakta dan Mitos - Bagi yang gemar menonton pertandingan tinju dunia profesional, tentu tidak hanya menonton pertandingan tinju di kelas berat saja, seperti Muhammad Ali, Mike Tyson dan Evander Holyfield. Bahkan bagi yang mengamati tinju secara teknikal, pertarungan tinju yang menarik bukanlah di kelas berat, melainkan di kelas menengah. Teknik bertinju, kecepatan pukulan dan body movingnya sangat menarik untuk dicermati. Maka kita mengenal petinju-petinju dengan teknik tinggi seperti Sugar Ray Leonard, Oscar de La Hoya, Shane Mosley, Naseem Hamed dan Erik Morales. Mereka bertinju mengandalkan teknik dan strategi yang piawai, bukan sekedar asal gebuk.
Sekitar tahun 2000, saya menyaksikan pertandingan tinju di RCTI yang paling seru yang pernah saya tonton di TV. Pertandingan tersebut adalah antara Erik Morales melawan Marco Antonio Barrera, di kelas bantam versi WBO. Saya ingat betul, sejak ronde awal hingga ronde akhir, terjadi saling barter pukulan. Kedua petinju menunjukkan determinasi yang sangat tinggi, sehingga dari ronde ke ronde berikutnya, pertandingan selalu berjalan seru. Tidak ada ronde yang tidak seru.
Jika sebelumnya saya melihat kehebatan tinju ada di kelas berat, sejak saat itu saya lebih menyukai tinju di kelas menengah ke bawah. Sebelumnya saya mengenal petinju hebat di luar kelas berat hanya pada sosok Sugar Ray Leonard, Marvin Hagler dan Thomas Hearns. Setelah itu saya lebih banyak mengenal petinju-petinju seperti Oscar de La Hoya, Felix Trinidad, Julio Cesar Chaver Jr, Erik Morales, Antonio Barrera, Juan Manuel Marquez, Naseem Hamed dan Manny Pacquiao. Di kelas tersebut tidak lagi dikuasai oleh petinju-petinju dari Amerika, melainkan dari Mexico dan Asia.
Berbicara soal pertandingan tinju yang paling seru, setelah pertandingan pertandingan antara Morales melawa Barrera, persaingan sengit di kelas tersebut berkisar antara petinju-petinju Erik Morales, Antonio Barrera, Juan Manuel Marquez dan Manny Pacquiao. Pertandingan tinju yang melibatkan petinju-petinju dipastikan akan berlangsung seru dan dibanjiri penonton. Persaingan sengit antara keempat petinju tersebut mengingatkan saya pada persaingan di kelas berat antara Muhammad Ali, George Foreman, Joe Frazier dan Ken Norton. Juga di kelas welter antara Sugar Ray Leonard, Marvin Hagler, Thomas Hearns dan Roberto Duran.
Mengingat nama-nama petinju di atas, saya jadi ingin mengetahui pertandingan-pertandingan tinju yang dinilai paling seru sepanjang masa. Ternyata situs saddoboxing.com menyebutkan lima pertandingan tinju paling seru sebagai berikut :
1. Muhammad Ali vs Joe Fraizer III (1 Oktober 1975)
Serasa hampir mati, begitulah gambaran Muhammad Ali setelah pertandingan. Selain pertarungan yang sangat sengit dan emosional, cuaca yang panas di Manila turut membuat kedua petinju kehabisan tenaga. Joe Fraizer akhirnya menyerah di ronde ke-14 setelah tak mampu mengangkat tangan sama sekali akibat kelelahan. Muhammad Ali yang dinyatakan sebagai pemenang pun mengalami hal yang sama saat konfrensi pers seusai pertandingan. Ia terjatuh karena kehabisan tenaga. Pertarungan ini adalah pertemuan ketiga antara kedua petinju, di mana Ali pernah kalah pada pertemuan yang pertama kali.
2. Marvin Hagler vs Thomas Hearns (15 April 1985)
Ini adalah pertarungan yang paling seru di ronde awal. Hagler dan Hearns langsung saling jual beli pukulan saat lonceng ronde pertama berbunyi. Hagler berhasil mengkanvaskan Thomas Hearns di ronde ketiga, setelah sebelumnya pelipisnya robek.
3. George Foreman vs Ron Lyle (24 Januari 1976)
Pertarungan yang tiada duanya. Kedua petinju sama-sama dua kali mencium kanvas. George Foreman yang terlihat sangat kewalahan berhasil muncul sebagai pemenang setelah meng-KO-kan Lyle yang benar-benar terlihat kehabisan tenaga. Ron Lyle terlihat tak mampu bergerak setelah mengalami KO yang kedua kali karena kecapean.
4. Erik Morales vs Marco Antonio Barrera I (19 February 2000)
Pertarungan perebutan gelar bantam super versi WBO ini mempertemukan dua superstar tinju dari Meksiko. Pertarungan ini dikenal sangat seru sejak ronde awal. Kedua petinju sama-sama berusaha mendominasi lawan dengan cara adu pukulan. Tak ada ronde yang tak seru. Pertandingan ini adalah pertemuan pertama kali antara kedua petinju, di mana setelah ini ada dua partai rematch yang juga berlangsung seru.
5. Diego Corrales vs Jose Luis Castillo I (7 Mei 2005)
Partai Corrales vs Castillo 1 ini berjalan sangat seru, sejak ronde awal kedua petinju melakukan pertarungan jarak dekat. Jual beli pukulan berlangsung konstan hingga akhirnya Castillo dinyatakan kalah TKO, walau sebelumnya berhasil meng-KO Corrales sebanyak dua kali. Ada beberapa kontroversi dalam pertandingan ini, salah satunya wasit menghitung sangat lama saat Corrales roboh. Walaupun demikian, hasil dramatis dan serunya laga sejak ronde awal membuat laga ini tercatat sebagai salah satu pertarungan terbaik.
Di antara kelima pertandingan tinju tersebut di atas, yang sempat saya saksikan di TV hanya dua, yaitu antara Marvin Hagler vs Thomas Hearns dan Erik Morales vs Marco Antonio Barrera. Pertandingan Muhammad Ali vs Joe Frazier tidak saya tonton karena saya masih terlalu kecil waktu itu. Selain itu juga belum punya TV dan belum ada listrik.
Mungkin rekan-rekan penggemar tinju mau menambahkan partai pertandingan tinju yang juga seru dan tidak terlupakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar