Cari Blog Ini

Kamis, 03 Oktober 2013

7 Dampak Negatif Mencari Jodoh di Jejaring Sosial

Fakta dan Mitos - Jejaring sosial semisal facebook dan twitter merupakan sarana berinteraksi secara virtual dengan orang-orang yang ada di seantero dunia. Bagi pengguna yang bisa memanfaatkan media sosial ini dengan baik, maka yang bersangkutan akan memetik banyak manfaat semisal mendapatkan account teman lama, mendapatkan berbagai jenis informasi yang aktual di tengah masyarakat ataukah mencari jejaring/teman baru. Ada pula sebagian masyarakat yang memanfatkan dan mencoba peruntungan untuk mencari jodoh lewat jejaring sosial ini. Ada yang beruntung namun ada juga yang bernasib sial.

Namun tahukah anda, mencari jodoh di jejaring sosial lebih banyak dampak negatifnya ketimbang dampak positifnya. Apa sajakah itu, mari kita uraikan satu persatu :

1. Siap-siap Menuai Kekecewaan
Tak jarang banyak yang menuai kekecewaan dimana account pasangan yang dianggap pangeran/permaisuri itu berbanding terbalik dengan kenyataan. Tampang dan wajah rupawan yang dipasang di jejaring sosial hanyalah kamuflase dari polesan penggunaan editing photo semisal photoshop. Ada pula yang mengira pasangannya seorang ahli filsafat dimana sang idola sering menulis kata-kata motivasi di status/timelinenya, namun ternyata kata-kata tersebut disadur/dicontek dari ahli filsuf/motivator ternama. Kekecewaan berat pun melanda sang korban yang telah ditipu teman dunia mayanya.

2. Siap-siap jadi Korban PHP (Pemberi Harapan Palsu)
Ada pula korban yang diiming-imingi diberi sesuatu entah itu pulsa, perhiasan ataukah duit dengan syarat melakukan sesuatu hal. Sayangnya setelah melakukan hal tersebut, janji yang diberikan tak ditepati. Sang korban pun akhirnya menangis semalaman merenungi keteledorannya.

3. Siap berhadapan dengan Penipu
Ingat, apa yang ada di dunia maya kadang berbanding terbalik dengan dunia maya. Jadi, waspadalah…waspadalah.. Jangan jadi orang yang gampangan, mudah termakan tipu rayu ataukah mudah dibodohi oleh orang-orang yang belum jelas asal usulnya.

4. Rawan tindak pelecehan seksual
Sudah lazim kita mendengar banyak pemuda-pemudi yang mengalami tindak pelecehan seksual yang diawali dengan adanya perkenalan di jejaring sosial. Para korbannya kebanyakan para remaja yang masih labil, galau dan masih awam dalam pemanfaatan jejaring sosial. Oleh karena itu pentingnya sosialisasi secara gencar tentang tata cara penggunaan jejaring sosial dengan baik terutama di kalangan pelajar SD, SMP dan SMA.

5. Rawan memunculkan konflik dalam rumah tangga
Jejaring sosial menawarkan sejumlah kenikmatan tersendiri bagi penggunanya. Hanya dengan melihat photo yang aduhai atau mendapat gombalan maut, ada saja korban yang terjerumus dalam pusaran lubang hitam tersebut. Lebih celakanya lagi, jika sang korban sudah memiliki pasangan hidup. Siapa yang tidak curiga jika pasangannya lebih memiliki banyak waktu di depan komputer mengakses jejaring sosial. Hal inilah yang memicu adanya kecemburuan, memunculkan pertengkaran yang ujung-ujungnya bisa berimbas pada penceraian.

6. Hanya menghabiskan waktu
Boleh dikata, mencari jodoh lewat jejaring sosial itu hanya buang-buang waktu saja. Belum tentu tipe pasangan ideal kita sudah sesuai dengan orang yang kita temui di facebook/twitter. Dunia maya itu penuh dengan kamuflase jadi mendingan cari jodoh aja di dunia nyata. Kan lebih jelas, ada interaksi secara fisik ,tahu seluk beluk secara real calon pasangan kita

7. Menghabiskan banyak pulsa/kuota Internet
Biaya untuk mengakses internet cukup mahal apalagi buat para pelajar/mahasiswa yang punya keuangan terbatas. Belum lagi kuota internet yang terbatas sehingga dibutuhkan pemanfaatan yang lebih bijak dari penggunanya.
Tak perlu khawatir jika anda belum memiliki jodoh. Toh, cinta itu tak berarti hanya sebatas cinta pada pasangan hidup. Jika saat ini belum punya pasangan, maka salurkanlah bentuk cinta anda dalam bentuk yang lain misalnya dengan memperbanyak ibadah sebagai bentuk kecintaan pada Tuhan, menyapa keluarga/rekan-rekan yang sudah lama via telephone sebagai bentuk kecintaan pada keluarga ataukah dengan menyantuni orang yang berkekurangan/termarginal di sekitar anda sebagai bentuk rasa cinta kepada sesama manusia. Selain itu dibutuhkan kebijakan dari pengguna dalam pemanfaatan jejaring sosial.

Mencari info berita teraktual ataukah mencari relasi kawan yang bisa diajak bekerjasama dalam berbagai kegiatan entah itu bisnis ataukah akademik. Bagi yang saat ini belum mendapatkan jodoh, bersabarlah karena suatu saat anda akan menemukan bagian dari tulang rusuk anda. Dan bagi yang nantinya tidak dapat jodoh berarti itu sudah menjadi takdir anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar