Cari Blog Ini

Kamis, 24 Oktober 2013

10 Manfaat Menjadi Seorang Wartawan

Fakta dan Mitos - Anda pernah jadi wartawan? Atau ingin jadi wartawan? Ini dia beberapa keuntungan menjadi seorang wartawan yang pernah saya alami dan juga kabar burung yang beredar dari satu mulut ke telinga lain yang tentunya belum pernah saya alami :

1. Mudah bertemu pejabat
Alhasil selama 5 (lima) tahun menjadi wartawan di daerah saya sudah terbiasa dan mudah bertemu dengan para pejabat di tingkat muspida, mulai dari bupati, sekda, para kabag, ketua DPRD, anggota dewan, kapolres, kepala kejaksaan, kepala pengadilan, dan masih banyak lagi pejabat-pejabat lain yang tidak bisa saya sebutkan di sini. Kalau kita menjadi wartawan tingkat provinsi, kita juga akan dengan mudah bertemu dengan pejabat-pejabat di tingkat provinsi demikian halnya di tingkat ibukota dan seterusnya.

2. Tidak ditilang polantas
Beberapa kali saya berurusan dengan polantas karena melanggar rambu-rambu lalu lintas atau bahkan surat-surat berkendara tidak lengkap, dengan menunjukkan kartu pers, langsung dipersilahkan untuk melanjutkan perjalanan.

3. (Konon) gratis kemana-mana
Nah kalau yang ini belum merasakan 100%, paling-paling keluar masuk tempat/tempat wisata tanpa bayar memang iya, tapi kalau ditugaskan ke luar daerah, atau luar kota yang dibiayai oleh perusahaan memang belum pernah.

4. Bebas kemana-mana.
Mengunjungi tempat mulai dari yang becek sampai yang sangat bersih tidak ada orang yang berkomentar, termasuk para tetangga juga sudah memaklumi karena profesi saya sebagai seorang wartawan. Pergi pagi pulang malam, atau pergi malam pulang pagi juga sudah bukan hal aneh yang dipermasalahkan, mereka semua maklum, karena pekerjaan saya memang menghendaki hal-hal yang demikian.

5. (Konon) disegani
Kalau yang ini saya agak ragu-ragu, sebab selama saya menjadi seorang wartawan perasaan biasa-biasa saja, atau mungkin perasaan saya yang keliru?

6. Sering dapat undangan makan enak
Mulai dari pengusaha hingga pejabat sering mengundang kita untuk menghadiri acara seremoni, syukuran dan sebagainya yang ujung-ujungnya pasti banyak suguhan makanan enak yang jarang saya nikmati di rumah sendiri.

7. (Konon) sering ketemu orang penting dan top
Kalau menjadi wartawan di Jakarta atau provinsi mungkin iya, tapi kalau hanya jadi wartawan daerah paling-paling ketemu dengan para pengusaha lokal dan pejabat daerah, mulai dari camat hingga bupati saja. Sekali waktu memang saya pernah dipanggil untuk menghadap Kapolda sewaktu ada kunjungan di daerah karena ada sesuatu hal yang ingin dikonfirmasikan kepada saya.

8. Mudah menembus birokrasi
Keluar masuk ruang kabag di sekretariat kabupaten, keluar masuk ruang ketua dan wakil ketua DPRD sudah biasa saya lakukan tanpa banyak pertanyaan dari staf kantor yang bersangkutan.

9. (Konon) bisa jadi anggota bupati, Anggota DPR/D dan menteri
Kholiq Arif itu dulunya seorang wartawan Jawa Pos Grup wilayah Purwokerto, saya bahkan sempat belajar menulis kepada beliau, sekarang beliau menjadi Bupati Wonosobo Jawa Tengah untuk yang kedua kalinya. Sedangkan Bos Jawa Pos Grup yang dulunya juga wartawan, Bapak Dahlan Iskan sekarang sudah jadi menteri, tapi hingga saya memutuskan undur diri dari dunia dari profesi wartawan, saya memang belum bisa seperti beliau berdua.

10. Bebas jeprat/jepret di sana-sini
Bagi mayarakat awam, terkadang mau mengambil suatu obyek gambar dengan kamera sering ragu-ragu, tapi bagi saya memotret siapa saja bebas tidak ada yang menghalangi, termasuk memotret Pak SBY sewaktu ada kunjungan ke daerah.

Itulah 10 keuntungan menjadi wartawan (yang hanya tinggal kenangan), dan sebenarnya masih banyak keuntungan-keuntungan lainnya yang belum saya kemukakan.

Mungkin ada yang berminat bisa menambahkan di sini, dan mungkin ada juga yang tertarik menjadi seorang wartawan? monggo…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar