Fakta dan Mitos - Beberapa hari belakangan ini kita denger berita tentang rencana penggantian nama jalan medan merdeka di sekitar Monas dengan nama Soekarno, Hatta, Suharto dan Ali Sadikin. Usulan ini dilontarin sama Panitia 17 yang diketuai mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie. Pro kontra pun bermunculan atas usulan itu. Salah satu yang dipersoalkan adalah pantas nggaknya nama para tokoh itu dijadiin nama jalan.
Tapi di sini kita gak bakal ngebahas soal perdebatan rencana penggantian nama jalan medan merdeka itu. Kami hanya ingin berbagi info artikel yang pernah ditayangin di hukumonline.com tentang nama2 jalan yang diambil dari nama tokoh2 hukum. Oiya, sebagian besar nama2 jalan yg disebutin di artikel ini berlokasi di Jakarta.
Ini beberapa tokoh dan pejuang hukum yang namanya diabadikan jadi nama jalan :
1. Kusumah Atmadja
Jalan ini ada di daerah Menteng Jakarta. Kusumah Atmadja adalah Ketua Mahkamah Agung yg pertama. Dia juga yang mengambil sumpah jabatan presiden pertama Indonesia, Soekarno.
2. Dr Saharjo
Jalan Saharjo menghubungkan daerah Manggarai dengan Pancoran di Jakarta Selatan. Saharjo pernah menjadi Menteri Kehakiman. Ia yang mengusulkan agar lambang keadilan di Indonesia lebih baik menggunakan gambar pohon beringin ketimbang dewi keadilan.
3. Djokosoetono
Selain berada di daerah Kebayoran Baru, nama Djokosoetono juga dijadikan salah satu nama jalan di lingkungan kampus UI Depok. Djokosoetono adalah salah seorang pelopor pendirian Akademi Polisi yang kemudian statusnya ditingkatkan menjadi Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian.
4. Muhammad Yamin
Muhammad Yamin adalah seorang advokat yang pernah berdebat dengan Soekarno dan Soepomo dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Kala itu, Yamin keukeuh agar deklarasi HAM diatur dalam konstitusi. Sedangkan Soepomo bertahan pada negara Indonesia harus mengedepankan paham kekeluargaan, bukan HAM yang dinilai paham individualisme yang diimpor dari barat. Nama Muhammad Yamin dijadikan nama jalan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
5. Soepomo
Jalan Soepomo dapat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Pemegang rekor peraih gelar doktor termuda di Indonesia (saat berumur 24 tahun) ini adalah salah seorang yang penting dalam sidang BPUPKI. Dengan paham integralistiknya Soepomo awalnya menentang HAM dimasukkan dalam konstitusi. Karena ia berpendapat bahwa negara dan rakyat adalah satu kesatuan seperti halnya tubuh manusia. Sehingga tak mungkin yang satu akan menyakiti yang lain.
6. Latuharhary
Di Jakarta, jalan Latuharhary lebih dikenal sebagai lokasi mangkalnya para waria. Latuharhary sendiri adalah seorang tokoh hukum asal Maluku yang terlibat dalam Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Latuharhary dikenal sebagai tokoh yang menolak memasukkan identitas keagamaan atau suku daerah tertentu dalam konstitusi.
Demikian gan informasi tentang nama2 jalan yang diambil dari para pejuang dan tokoh hukum di negeri ini. Silakan klo agan2 berkenan nge-share informasi tambahan lain.
Seluruh informasi yang disediakan oleh tim hukumonline.com dan diposting di Forum Melek Hukum pada website KASKUS adalah bersifat umum dan disediakan untuk tujuan pengetahuan saja dan tidak dianggap sebagai suatu nasihat hukum. Pada dasarnya tim
hukumonline.com tidak menyediakan informasi yang bersifat rahasia, sehingga hubungan klien-advokat tidak terjadi. Untuk suatu nasihat hukum yang dapat diterapkan pada kasus yang sedang Anda hadapi, Anda dapat menghubungi seorang advokat yang berpotensi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar