Fakta dan Mitos - Makanan satu ini sudah tidak asing lagi di dengar dan merupakan makanan pokok di Indonesia apalagi kalau bukan tempe, Tempe adalah makanan tradisional Indonesia yang sudah berusia lebih dari 1000 tahun lho! Tempe sebenarnya hanya bisa difermentasi di tempat yang bersuhu hangat atau yang beriklim tropis seperti Indonesia. Akan tetapi karena dianggap memiliki makanan khasiat yang luar biasa, saat ini cara membuat tempe dipelajari juga di Jepang.
Tempe terbuat dari kacang kedelai yang direbus lalu difermentasi. Fermentasi yaitu bagaimana cara mengawetkan makanan tradisional tanpa bahan pengawet. Fermentasi membuat makanan lebih mudah dicerna oleh tubuh dan tentunya menyehatkan.
Dalam analisis Energi 5 Elemen, tempe bermanfaat untuk meningkatkan organ organ tubuh pada elemen Eter, Udara, Api dan Air. Organ pada elemen Eter yang mendapat manfaat adalah hormone, fungsinya yaitu mengatur keseimbangan hormone tiroid dan reproduksi, baik pria maupun wanita.
Bagi penderita insomnia, tempe juga bermanfaat, karena dapat membuat otak dan tubuh lebih rileks. Selain disamping itu, tempe juga meningkatkan daya tahan tubuh dengan menyehatkan kelenjar getah bening. Organ pada elemen Udara yang mendapat manfaat adalah jantung. Sedangkan pada elemen Api adalah pusat dari arteri dan vena atau pembuluh darah. Pada elemen Air, tempe segar juga menyehatkan ginjal dan pankreas.
Bila dihitung menggunakan angka :
* Tempe dikukus nilai manfaat : 6
* Tempe direbus nilai manfaat : 2
* Tempe digoreng empuk, akan mulai tidak sehat manfaat : 0
* Tempe digoreng garing menjadi tidak sehat karena energinya menjadi negative: -2
Tempe segar mempunyai manfaat yang paling tinggi. Bila dikukus, manfaatnya akan berkurang 10-20 %, karena terkena pemanasan. Jika direbus tempe mengalami pemanasan lebih tinggi dan manfaatnya akan berkurang sampai 50%. Apalagi kalau digoreng, manfaatnya akan hilang sama sekali hingga menjadi 0 %.
Jika dibandingkan dengan makanan sehat lainnya seperti sayuran, buah, nasi putih, gula, ikan telur dan daging. Hasilnya sbb :
1. Antioksidan
Buah buahan dan sayuran dipercaya mengandung anti oksidan yang tinggi. Tetapi ternyata dapat dikalahkan oleh tempe segar. Yang dapat mengalahkan tempe hanya beras merah.
2. Asam lemak tak jenuh (Omega-3 dan Omega-6)
Ikan laut dalam yang tinggi Omega-3 dan Omega-6 dapat dikalahkan oleh tempe segar yang kandungan Asam lemak tak jenuhnya lebih tinggi.
3. Menyehatkan jantung
Selain tempe, buah buahan lain yang menyehatkan jangtung adalah sawo, apel merah dan avocad.
4. Menyehatkan Arteri dan Vena
Arteri dan vena akan menyempit bila ada endapan dari zat-zat yang tidak bisa dicerna oleh tubuh seperti asam lemak jenuh yang menyebabkan endapan kolesterol, endapan gula darah, endapan asam urat, atau endapan dari zat-zat lain yang tidak bisa dicerna oleh tubuh. Akibatnya, akan terjadi tekanan darah tinggi, jantung terganggu, dan membesar karena harus bekerja lebih keras dalam memompa darah. Tempe bermanfaat untuk membersihkan endapan kolesterol, karena mengandung asam lemak tak jenuh. Tidak banyak makanan sehat yang bisa membersihkan kotoran di dalam darah. Selain tempe, kita juga bisa mengkonsumsi jahe.
5. Kandungan energy protein dan karbohidrat
Selain mengadung energy dan asam lemak tak jenuh, tempe segar juga mengandung energy protein dan karbohidrat, walaupun manfaatnya tidak sebesar asam lemak. Namun dalam hal protein, tempe segar sudah mengalahkan telur dan ikan, selain itu tempe segar menyehatkan ginjal dan tidak menghasilkan asam urat.
Tempe mempunyai manfaat yang sama dengan nasi kukus. Sedang nasi yang dimasak dengan rice cooker kurang bermanfaat. Gula pasir, biskuit, dan roti tawar memiliki manfaat negative. Tetapi, manfaat bekatul dan gandum havermut lebih tinggi dibanding tempe. tempe segar menyehatkan pankreas dan tidak menghasilkan endapan gula darah.
Dilihat dari kandungan kimiawinya, tempe adalah satu-satunya makanan nabati yang mengandung vitamin B12. Kadar vitamin B12 dan protein pada tempe tidak kalah dari daging. Sedangkan kalsium tempe lebih tinggi daripada daging, sehingga dapat mencegah osteoporosis. Selain itu, tempe juga mengandung asam lemak tak jenuh serta karbohidrat yang menyehatkan kolesterol dan jantung. Dalam 100 gram tempe, kandungan vitamin B12 berkisar antara 1,5-6,3 mikrogram, protein antar 18,3-21 gram, kalsium 129 miligram, karbohidrat 34,8 gram dan asam lemak tak jenuh 18,1 gram. Jika dibandingkan dengan daging sapi yang mengandung vitamin B12 3,4-4,5 mikrogram, protein 18,8 gram, kalsium 14 miligram, tidak mengandung karbohidrat dan asam lemak tak jenuh.
Porsi tempe segar yang ideal bagi tubuh kita antara 6-9 potong perhari dengan ketebalan kira-kira 1 cm per potong. Berat per potong kira-kira 15-20 gram. Jadi, konsumsi per hari berkisar antara 100-150 gram. Dengan mengkonsumsi makanan sehat secukupnya, kesehatan kita akan terjaga.
Tapi sayang saat ini untuk memakan tempe pun sulit, karena bahan pokok untuk membuat tempe Negara kita tidak mencukupi, bahkan ada yang di ekspor juga, padahal Negara sendiri pun masih kekurangan .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar