Cari Blog Ini

Selasa, 10 September 2013

3 Klub Liga Inggris dengan Pertahanan Terbaik

Fakta dan Mitos :

1. Manchester City
Tidak ada yang meragukan pertahanan Manchester City adalah yang terbaik di tanah Britania Raya, setidaknya selama dua musim terakhir di Liga Inggris. Dengan menggunakan format empat pemain belakang yakni dua bek tengah dan dua bek sayap. Jantung pertahanan Manchester City musim ini tetap dikomandoi oleh bek tengah berkebangsaan Belgia yang berusia 27 tahun, Vincent Kompany dan si kidal dari Serbia, Matija Nastasic yang usianya masih sangat muda yakni 20 tahun. Musim lalu, The Citizen sukses meraih 18 clean sheet dari 38 pertandingan Premier League, dimana 10 pertandingan diraih di City of Manchester stadium, kandang dari Manchester City. Kompany sebagai kapten tim, musim lalu ditandemkan bergantian dengan Nastasic dan Joleon Lescott, eks pemain Everton yang juga pemain tim nasional Inggris. Nastasic mulai mencuri perhatian dengan tampil reguler menggantikan Lescott yang sempat mengalami cedera. Hal yang cukup mengkhawatirkan dari seorang Kompany adalah masalah cedera yang cukup sering menimpanya, bahkan di awal musim ini ia harus absen selama tiga minggu karena cedera paha setelah kemenangan di kandang atas Newcastle. Joe Hart sebagai penjaga gawang utama timnas Inggris menjadi kartu as di lini pertahanan Manchester City. Hart hanya kebobolan 34 kali sepanjang musim lalu, yang artinya gawangnya hanya dijebol lawan 0.89 gol per pertandingan. Hart juga hanya menerima 114 tendangan ke arah gawangnya selama 38 pertandingan, hal ini membuat lini belakang Manchester City menjadi yang terbaik di Premier League musim 2012-13. Didampingi Pablo Zabaleta yang notabene adalah seorang fullback di sisi kanan dan Gael Clichy di sisi kiri, yang sejatinya adalah seorang yang mempunyai kecenderungan menyerang dibanding bertahan, lini belakang The Citizen diyakini masih tetap akan sesolid musim lalu meski kali ini mereka ditangani pelatih baru, Manuel Pelegrini yang berjanji akan menampilkan sepak bola menyerang yang atraktif. Manchester City, yang mulai musim ini akan mengenakan sponsor jersey asal Amerika Serikat - Nike yang menggantikan Umbro, cenderung menampilkan pressing ketat yang dimaksudkan untuk mengurangi kesempatan lawan untuk berlama-lama dengan bola. Bahkan City memulai pressing melalui lini tengah mereka sejak kehilangan bola yang terjadi di daerah lawan dengan dikomandoi oleh Yaya Toure, yang bermain sedikit lebih ke belakang setelah kedatangan box to box player jenis pemain tengah yang sedang populer saat ini asal Shaktar Donetsk, Fernandinho. Garis pertahanan yang tinggi ini bukan tanpa masalah, karena City cenderung mudah ditembus melalui kedua sayap dikarenakan hal tersebut, dan juga dengan aktifnya kedua bek sayap mereka dalam membantu serangan. Perangkap offside yang dipasang karena mengadopsi sistem lini belakang yang tinggi pun acap kali gagal berfungsi sebagaimana mestinya.

2. Arsenal
Arsene Wenger selalu dikritik para Gooners ketika berbicara mengenai kebijakan transfer klub. Wenger dianggap terlalu pelit dan parahnya lagi, itu masih ditambah dengan beberapa kali melepas pemain kunci atau bahkan kapten tim!. Meskipun begitu, pada musim 2012/13 setelah kehilangan kapten sekaligus nyawa tim, Robin van Persie yang direkrut sang rival Manchester United, Arsene Wenger bisa membuktikan bahwa penjualan itu tidaklah sesuatu yang buruk-buruk amat. Finish di posisi empat di klasemen akhir Premier League sekaligus lolos ke Liga Champions dan juga menjadi tim dengan kebobolan paling sedikit nomor dua setelah Manchester City. Sanggup menjaga selama 14 pertandingan untuk tidak kebobolan dari tim lawan, sama dengan apa yang dicapai oleh Chelsea. Laurent Koscielny, Per Mertesacker dan juga kapten tim Thomas Vermaelen adalah aktor benteng pertahanan Arsenal menjadi kombinasi yang kokoh dalam membendung serangan lawan. Dengan Wojciech Szczęsny berdiri kokoh dibawah mistar, gawang mereka hanya kebobolan sejumlah 37 kali dari 38 pertandingan. Wojciech yang merupakan anak dari mantan penjaga gawang timnas Polandia, Maciej Szczesny, sanggup mencatat 72 kali penyelamatan selama tampil di Premier League musim lalu. Dibantu Bacary Sagna yang menjaga lini pertahanan sebelah kanan dan juga Kieran Gibbs di kiri yang keduanya mempunyai kelebihan yakni aktif membantu serangan dari kedua sayap Arsenal. Kedua sisi sayap Arsenal ini bagaikan pedang bermata dua, dengan gaya bermain Arsenal yang agresif serta sangat aktifnya Sagna dan Gibbs untuk naik hingga ke pertahanan lawan, mereka sering dengan mudah ditembus melalui serangan balik yang berawal dari kedua sisi yang ditinggalkan oleh kedua bek sayap. Tim yang akan mengenakan apparel Puma mulai musim 2014-15 ini juga membuktikan bahwa pertahanan mereka jauh lebih kokoh saat harus menyambangi kandang lawan, 14 kali kebobolan dari 19 pertandingan merupakan yang terbaik dibanding peserta Premier League lainnya di musim 2012-13. Meskipun begitu, The Proffesor harus memeras otak lebih ketika Arsenal bermain di depan pendukungnya di Ashburton Grove – yang lebih dikenal dengan nama Emirates Stadium, karena justru di depan pendukungnya mereka kebobolan 23 kali dari 19 pertandingan.

3. Chelsea
Jose “The Special One” Mourinho mulai membangun lagi puing puing kejayaannya di Chelsea untuk yang kedua kali. Sebelum Mou datang ke Stamford Bridge untuk yang pertama kalinya di musim 2004-05, tim London Biru ini harus berpuasa gelar Premier League selama 50 tahun (mereka memenangi gelar First Division adalah di musim 1954-55). Mourinho sendiri sebelum di Real Madrid, dikenal sebagai pelatih dengan gaya defensif. Dengan ciri menggunakan pemain bertahan yang kuat, tak kenal lelah, disiplin dan terorganisir. Kemampuannya memenangkan dua gelar Liga Champions bersama Porto dan Inter tak lepas dari karakter permainan bertahan yang disiplin. Hal ini juga tercermin saat ia menangani Chelsea di musim 2004-06. Lini belakang Chelsea musim lalu mencatat rekor yang cukup bisa dibanggakan dengan 14 kali pertandingan tanpa kebobolan serta kebobolan sejumlah 39 gol dari 38 pertandingan merupakan yang terbaik ketiga dari 20 peserta Premier League. Hal ini kebetulan mirip dengan tim besutan Jose Mourinho musim lalu, Real Madrid, yang juga menjadi tim terbaik ketiga dalam hal pertahanan di La Liga musim 2012-13 dibawah Atletico Madrid dan Barcelona. Bermain dengan menggunakan formasi dasar 4-5-1 yang bisa bertransformasi di lapangan menjadi 4-2-3-1 Chelsea musim ini akan bermain dengan lini belakang yang cukup dalam, didukung dengan pemain belakang yang mempunyai postur ideal serta mempunyai kekuatan bola udara yang mumpuni serta teroganisir dengan bagus. Empat pemain belakang akan dipimpin langsung oleh kapten tim John Terry dengan didampingi David Luiz yang acap berganti dengan Branislav Ivanovic. Duet bek tengah ini jelas akan menjadi pilihan utama Mou. Dengan Gary Cahill yang mempunyai postur sangat sesuai dengan gaya bermain Mou yang cenderung mengandalkan fisik, maka lini belakang Chelsea sudah sangat ideal untuk taktik The Special One. Penjaga gawang asal Ceko yang selalu bermain dengan mengenakan pelindung kepala, Petr Cech tetap akan menjadi pilihan utama untuk mengawal gawang Chelsea. Branislav Ivanovic sendiri sejatinya adalah seorang bek sayap yang bermain di sisi kanan daerah pertahanan, sehingga bisa dimainkan sebagai bek kanan dan bergantian dengan Azpilicueta, pemain yang disiplin dengan kemampuan overlap yang oke. Di sisi kiri tidak lain dan tidak bukan akan diisi oleh Ashley Cole, pemain yang telah membela The Three Lions lebih dari 100 kali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar