Cari Blog Ini

Jumat, 07 Juni 2013

5 Mitos yang Salah Tentang Tornado

TEMPO.CO - Tornado mematikan melanda Oklahoma, Amerika Serikat, pada Senin, 20 Mei 2013 lalu. Tornado memang kerap terjadi di wilayah ini. Joshua Wurman, Direktur dari Pusat Penelitian Cuaca Ekstrem di Boulder, Colorado, telah menghabiskan beberapa hari terakhir dalam mengejar tornado di Oklahoma.

Menurut Wurman, ada beberapa mitos tentang tornado yang melekat. Mitos ini salah dan membahayakan. Sayangnya, sedikit orang yang mengetahui kesalahan mitos ini. Padahal, hal itu bisa membantu orang menghindari dan mengantisipasi bahaya tornado.

Lima mitos salah tornado itu antara lain :

1. Sasaran tornado adalah taman trailer
Taman trailer adalah lokasi permukiman warga, yang biasanya bersifat nomaden atau semipermanen. Di Amerika, orang biasanya tinggal di trailer karena harganya lebih murah dibanding di perumahan. Tornado tidak "mencari" taman trailer. “Trailer adalah bahan yang ringkih sehingga mudah rusak oleh serangan tornado,” kata Wurman. Hal inilah yang membuat orang berpikir taman trailer adalah sasaran tornado. Padahal, jika dibandingkan dengan trailer, rumah permanen jauh lebih kuat.

2. Tornado datang, pengemudi sembunyi di bawah jalan layang
"Itu adalah ide yang sangat buruk,” ujar Wurman. Nyatanya, kecepatan angin justru akan lebih tinggi jika berada di bawah jalan layang. Jangan pula berjalan keluar dari jalan layang. Jika keluar dari jalan layang, justru akan terkena puing-puing yang beterbangan. Lantas, harus bagaimana? "Seperti seorang tentara yang menjatuhkan diri ke tanah untuk menjauh dari pecahan peluru, menunduk atau tengkurap akan lebih baik,” saran Wurman.

3. Membuka jendela untuk mengurangi tekanan dan melindungi bangunan
"Rumah tidak akan meledak karena tekanan rendah," kata Wurman. Biasanya puing-puing tertahan di jendela dan angin akan masuk ke dalam rumah. Ini membuat bangunan seolah akan meledak. "Membuka jendela adalah hal terburuk yang sebaiknya tak Anda lakukan,” kata Wurman.

4. Sungai, danau, dan bukit dapat memblok tornado
Keadaan alam memang mempengaruhi cuaca. “Memang danau besar cenderung mengurangi kuatnya badai petir (tornado),” kata Wurman. Namun, faktor itu bergantung pada keadaan geografi skala besar. Jadi, anggapan itu tidak selamanya benar.

5. Kota-kota besar tidak dapat terkena tornado
Wurman mengatakan ada beberapa kemungkinan bahwa efek panas dari wilayah perkotaan dapat menghalau angin besar. Sebenarnya, ini terjadi karena bentuk geografis wilayah perkotaan yang tidak memungkinkan adanya serangan badai besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar