Cari Blog Ini

Kamis, 27 Juni 2013

3 Hal yang Baik Diperhatikan Terkait Kalori

Reko Blog's - BERAT badan bertambah seringkali diidentikkan dengan asupan kalori berlebih. Ketika ingin memiliki berat badan ideal, sebagian wanita dan pria, cenderung membatasi asupan kalori. Akibatnya, badan menjadi lemas. Padahal, keseimbangan kalori yang diasup penting diperhatikan. Beberapa bahan makanan juga terbukti efektif membantu kinerja pembakaran kalori.

Robert Lustig MD dari Readers Digest Magazine menjelaskan mengapa semua kalori tidak diciptakan sama. Penulis buku Fat Chance : Beating the Odds Against Sugar, Processed Foods, Obesity, and Disease ini menambahkan, kualitas asupan kalori menentukan kuantitas pembakaran kalori oleh tubuh.

Setidaknya ada tiga hal yang baik diperhatikan terkait kalori, yakni :

1. Serat
Kecukupan konsumsi serat, utamanya dari buah dan sayur, sebaiknya tidak ditinggalkan saat Anda berdiet. Dengan asupan air yang cukup, serat memudahkan fungsi metabolisme, selain mencegah penyakit jantung dan diabetes. Serat menunda penyerapan kalori. Sebagai contoh, pada kacang almond. Ketika anda mengasup segenggam kacang almon, Anda mendapat 160 kalori. Namun tubuh hanya menyerap 130 kalori karena kalori selebihnya dikirim ke usus, di mana bakteri membakar sejumlah kecil kalori untuk sumber energi mereka sendiri.

2. Protein
Karena efek termal proten, tubuh memerlukan energi dua kali lebih banyak untuk mengolah protein dibanding karbohidrat. Selain itu, protein juga mengurangi hormon rasa lapar berlebih. Karenanya, kalori dari asupan jenis protein disarankan saat berdiet.

3. Karbohidrat
Zat pati, seperti yang berasal dari beras dan kentang, mengandung karbohidrat jenis glukosa yang diperlukan tubuh untuk menghasilkan energi. Jika kekurangan karbo jenis glukosa, tubuh akan cenderung mencari penggantinya lewat jenis lain, dari junk food misalnya. Padahal pada makanan olahan, biasanya ditambahkan karbohidrat jenis fruktosa. Sementara fruktosa dimetabolisme di hati Anda sebagai lemak, berakibat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar