Cari Blog Ini

Selasa, 23 April 2013

Awalnya Android Disiapkan untuk Kamera Pintar

Liputan6.com - Siapa tak kenal Android? Sistem operasi besutan Google ini lambat laun kian tenar mengingat kemudahannya dibenamkan oleh sejumlah vendor global dan lokal.

Namun siapa yang bisa mengira jika awalnya Android disiapkan bukan untuk smartphone, tetapi untuk kamera pintar. Salah satu pendiri Android, Andy Rubin menyatakan hal tersebut pada acara Japan New Economy Summit di Jepang.

Pada tahun 2004, Rubin dan perusahaan tempatnya bernaung berangan-angan untuk merilis kamera pintar yang dapat dengan mudah terhubung ke komputer, dan terhubung dengan "Android Data Center".

Android disiapkan sebagai platform kamera berbasis cloud untuk penyimpanan foto secara online. Seiring dengan menurunnya ketenaran kamera saku, Android pun dinyatakan sebagai sistem operasi bersifat terbuka.

"Kami ingin makin banyak ponsel mengadopsi Android sehingga kami berikan secara gratis, mengingat industri sensitif terhadap harga," ujar Rubin seperti dilansir dari laman Android Authority, Kamis (18/4/2013).

Android kemudian dibeli raksasa teknologi Google setahun kemudian, di 2005. Google pun menyiapkan sistem operasi berlogo robot hijau ini agar mampu bersaing dengan Symbian dan Microsoft. Rubin juga menyebutkan sejak awal Android ditujukan untuk pasar massal dengan menekan pertumbuhan sistem operasi, bukan pendapatan per handset.

Di awal kemunculan ponsel pintar, perusahaan hardware harus membayar mahal lisensi untuk sistem operasi yang digunakannya. Misalnya saja Symbian yang digunakan secara eksklusif di Nokia. Hal ini memaksa perusahaan mendongkrak harga untuk mencari keuntungan dari penjualan perangkatnya.

Kemunculan Android pun memungkinkan vendor untuk merilis smartphone dengan harga yang lebih murah. Tapi tentu ada catatan yang harus ditambahkan, Android menggunakan teknologi dengan paten yang dimiliki Microsoft. Ini menyebabkan sejumlah vendor seperti Samsung, LG, dan HTC juga membayar lisensi ke Microsoft untuk menggunakan sistem operasi Android.

Meski begitu, Android tetap dianggap lebih murah dan lebih menguntungkan bagi vendor karena platformnya yang terbuka. Dengan banderol harga yang murah, tak heran jika Android menjadi sistem operasi yang paling banyak digunakan di perangkat mobile.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar