Timlo.net - Cuka Apel telah lama digunakan sebagai obat herbal dan suplemen dan digadang mampu mengobati berbagai penyakit, dan gangguan kesehatan. Semisal cuka apel dianggap mampu membunuh kutu rambut, membalikkan efek penuaan, menyehatkan pencernaan dan membersihkan tubuh dari racun.
Tapi, menurut situs kesehatan WebMD.com , klaim di atas tidak didukung bukti ilmiah. Misalnya para peneliti menguji klaim yang mengatakan bahwa cuka apel mengatasi kutil dan kutu rambut dan ternyata tidak terbukti.
Sementara manfaat lain memang mendapat dukungan ilmiah tapi menurut para peneliti tidak membuat cuka apel sebaik obat herbal lain. Misalnya, cuka apel bermanfaat sebagai pembasmi kuman, tapi tidak membunuh kuman sebanyak pembasmi lainnya.
Atau cairan ini memang berfungsi untuk meringankan sakit karena sengatan ubur-ubur. Tapi air hangat bekerja lebih baik.
Berikut beberapa manfaat cuka apel bagi kesehatan yang sudah pernah diteliti :
1. Diabetes
Efek cuka apel terhadap level gula darah adalah topik yang sering diteliti dan mungkin merupakan manfaat terbesar cuka apel terhadap kesehatan. Beberapa penelitian lain telah menemukan bahwa cuka bisa menurunkan level glukosa. Sebuah penelitian di 2007 pada 11 orang penderita diabetes tipe 2 menyimpulkan bahwa mengkonsumsi dua sendok makan cuka apel sebelum tidur bisa menurunkan level glukosa di pagi hari sekitar 4-6 %.
2. Kolesterol tinggi
Sebuah penelitian di 2006 menunjukkan bukti bahwa cuka apel bisa menurunkan kolesterol. Akan tetapi penelitian ini dilakukan pada tikus, jadi masih terlalu awal untuk memastikan bila efek yang sama dirasakan manusia.
3. Tekanan darah dan kesehatan jantung
Penelitian lain yang dilakukan terhadap tikus mendapati bahwa cuka bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Beberapa studi juga menemukan bahwa orang yang makan salad dengan bumbu cuka apel lima hingga enam kali seminggu memiliki resiko yang lebih kecil untuk terkena serangan jantung. Tapi belum jelas apakah memang hal ini dikarenakan cuka apel.
4. Kanker
Beberapa penelitian di lab telah menemukan bahwa cuka apel mungkin bisa membunuh sel-sel kanker atau memperlambat pertumbuhan mereka. Penelitian observational terhadap manusia justru membingungkan. Satu penelitian menemukan bahwa mengkonsumsi cuka apel dikaitkan dengan penurunan resiko kanker esophagus. Tapi dalam penelitian lain, hasilnya menyatakan bahwa cuka apel justru meningkatkan resiko terkena kanker kandung kemih.
5. Penurunan berat badan
Selama ribuan tahun, cuka apel telah digunakan untuk menurunkan berat badan. Cuka putih (mungkin juga jenis lain) membantu orang merasa kenyang lebih lama. Sebuah penelitian di tahun 2005 terhadap 12 orang menyimpulkan bahwa mereka yang makan roti dengan cuka putih merasa lebih kenyang dan puas daripada mereka yang makan roti biasa.
Walaupun hasil penelitian di atas terkesan menjanjikan, tapi hasil-hasil penelitian itu masih di tahap awal. Kebanyakan penelitian dilakukan terhadap hewan atau sel di sebuah laboratorium. Hanya sedikit penelitian yang dilakukan terhadap manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar